MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Februari 2013

Pertemuan kali ini merupakan bagian penting dalam memahami gagasan pokok APP 2013. Dalam pertemuan ini, ada beberapa unsur penting yang dipertanyakan. Di antaranya:

  1. Bagaimana sikap anda dalam bekerja?
  2. Sejauh mana anda menghargai pekerjaan anda?
  3. Bagaimana anda melihat sebuah kerja dalam kaitannya dengan panggilan?
Berbicara masalah kerja, ada kecenderungan kita untuk bersharing tentang kesuksesan dalam bekerja, suka duka dalam bekerja, kegagalan dan efek dari kerja dan banyak lagi. Pada saat bersamaan, ketika orang mulai berbicara tentang pekerjaan yang sukses dan berhasil, ada di antara kita yang merasa tidak punya pekerjaan dan tidak merasa sebagai bagian dari pertemuan yang sedang berlangsung. Alasan utama, mereka tidak punya pekerjaan yang terpandang sehingga tidak ada bahan untuk disharingkan dan menimba kekuatan.

Beberapa sharing berikut bisa digunakan sebagai perbandingan:

Kami ini bekerja sebagai pegawai negeri. Kami punya atasan yang harus dipatuhi. Ketika kami menjadi orang yang suka membantah dengan alasan KEBENARAN, kami akan dipindahtugaskan, golongan kami tidak akan naik, bahkan kami bisa ditempatkan jauh dari keluarga. Seandainya kami patuh pada perintah atasan saja, ada kalanya perintah ini bertentangan dengan hati nurani kami sebagai umat Kristiani.

Kami ini bekerja sebagai karyawan swasta. Perusahaan tempat kami bekerja menerapkan disiplin kerja. Kadang-kadang, kami tidak cukup waktu untuk keluarga bahkan untuk Tuhan karena kami kerja full time. Siapa yang disiplin dalam bekerja, diberi penghargaan karena termasuk menghargai pekerjaan.

Tujuan kami bekerja agar kami bisa makan dan memenuhi kebutuhan keluarga. Apa pun kami akan kerjakan demi mendapatkan sesuap nasi. Oleh karena itu kami tidak segan-segan untuk menghabiskan seluruh waktu kami demi mendapatkan uang. Dan kami pikir kita semua tidak ada yang tidak suka terhadap uang. 

Kami pernah mengalami kekecewaan dalam bekerja. Kami tidak dihargai, padahal kami sudah mengerjakan sesuai dengan kemampuan kami. Pernah kami bekerja tapi tidak dibayar sama sekali. Juga pernah bekerja tapi orang lain yang menerima upahnya, kami dapat capeknya saja. Bagaimana lagi kami menghargai pekerjaan yang membuat kami menderita berkepanjangan.

Beberapa sharing di atas memberi gambaran kepada kita bagaimana pandangan kita secara umum tentang kerja. Tema APP 2012-2013 adalah MEWUJUDKAN HIDUP SEJAHTERA. Itu berarti, tema yang kita dalami pada tahun ini ada hubungannya dengan tema yang kita dalami tahun 2012 yang lalu yakni: PANGGILAN DAN TANGGUNG JAWAB. Kalau kita menghubungkan dengan tema tersebut, berarti pekerjaan sangat erat kaitannya dengan panggilan. Setiap orang dipanggil sesuai dengan kemampuan masing-masing. Atas dasar panggilan itu pula orang mengaktualisasikan dirinya dalam pekerjaan sesuai dengan panggilan masing-masing. KETIKA ORANG MEMANDANG PEKERJAAN HANYA SEBATAS PEKERJAAN, di sana akan terdapat kekecewaan, kesusahan dan kesulitan dalam bekerja. Di sana tidak dapat ditemukan kebahagiaan dalam bekerja. Yang ada hanyalah beban semata. Tetapi, KETIKA KERJA DIPAHAMI SEBAGAI SEBUAH PANGGILAN, kesulitan dan tekanan dalam bekerja dapat diatasi dengan cara menikamti segala kesulitan dan tekanan itu sebagai bagian dari pekerjaan. Sikap bersungut-sungut tidak ada disana.

Tidak ada dosa dalam pekerjaan, karena pekerjaan itu semua baik dari dirinya sendiri dan merupakan bagian dari panggilan. Istilah dosa akan lahir kemudian setelah kita melihat akibat dari pekerjaan itu. Oleh karena itu, sebaiknya, sebuah pekerjaan dilihat dari akibatnya lebih dahulu, barulah melihat pekerjaan itu sendiri. Semoga bermanfaat.

Gagasan Pokok

Allah menciptakan manusia seturut gambar dan rupa-Nya. Allah menciptakan manusia secitra dengan Dia. Manusia ciptaan-Nya itu diperintahkan untuk bekerja: "...penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi..." (Kej 1:28). Allah menghendaki manusia menjadi rekan kerja-Nya. Oleh karena itu, dengan bekerja, manusia mengambil bagian dalam karya Allah, mengaktualkan dirinya sebagai citra Allah dan juga memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertemuan pertama pendalaman APP 2013 didasarkan pada Kitab Kejadian 1: 26-29.

Ulasan Singkat

Manusia sebagai citra Allah harus bekerja. Dengan bekerja, manusia mengambil bagian dalah karya Allah. Dengan bekerja manusia memberi nilai pada dirinya sebagai manusia. Dengan bekerja, manusia menghargai kehidupan dan dengan bekerja manusia berpartisipasi dalam kehidupan sosial sebagai makhluk sosial.

Dalam kehidupan kita sekarang, masih ada yang cenderung mengutamakan nilai kerja daripada nilai manusia. Pekerjaan menjadi hal utama dan manusia di-nomor-dua-kan. Akibat dari pandangan ini, banyak manusia dinilai berdasarkan kerjanya. Lebih sering, pekerja yang mengandalkan fisik seperti petani, nelayan, buruh, tukang becak dan pekerja kasar lainnya dipandang rendah di kalangan masyarakat. Pekerja kantoran, pegawai negeri, pejabat dan pekerja yang mengandalkan keahlian, pikiran dan titel lebih dihargai dan dipandang sebagai kaum elit.

Ada juga penilaian berdasarkan hasil kerja. Pekerjaan yang menghasilkan sedikit tapi menguras banyak tenaga dipandang sebagai pekerjaan rendah. Pekerjaan yang hanya menggunakan sedikit tenaga, sedikit waktu, tapi menghasilkan keuntungan banyak dipandang sebagai pekerjaan kelas tinggi dan profesional.

Dari dua pandangan di atas, terlihat jelas bahwa nilai manusia sebagai citra Allah tidak dihargai. Manusia yang melakukan pekerjaan tidak bernilai. Pekerjaannya menentukan nilai atas dirinya. 

Penegasan

Semua manusia menerima tugas yang sama dari Allah. Tugas yang dimaksud adalah "...penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi..." Perintah yang sama untuk seluruh citra Allah. Tujuannya adalah bahwa "manusia" harus menjadi yang utama dan bukan "pekerjaan". Apapun pekerjaan harus dinilai atas dasar "manusia yang mengerjakannya" bukan atas dasar "pekerjaan yang dikerjakan".
  • Allah menciptakan manusia dengan memberinya akal budi. Manusia lebih tinggi dari ciptaan lainnya. Dengan akal budinya, manusia dimampukan untuk berpikir, dimampukan untuk membuat rencana dan bertanggung-jawab. Dengan akal budinya manusia sanggup membedakan hal-hal baik dan buruk. Oleh karena itu, manusia disebut citra Allah karena apa yang dimiliki oleh Allah ada dalam diri manusia.
  • Sebagai citra Allah, manusia menerima tanggung jawab dari Allah. perintah "...penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi..." harus dimengerti dengan baik. Perintah ini tidak memuat makna "suka-suka". Manusia harus melanjutkan karya penciptaan Allah itu. Manusia harus menjadi penyempurna karya Allah di dunia ini. Manusia harus menjadi rekan Allah.
  • Allah menghendaki segala sesuatu baik adanya. Oleh karena itu, bila manusia bertentangan dengan kehendak Allah dalam melakukan pekerjaannya, manusia menjadi rival Allah. Tidak disebut sebagai rekan. Menguasai bumi dan segala isinya bertujuan untuk memelihara, menjaga keutuhan bumi, mengelola demi kesejahteraan manusia.
  • Dengan bekerja, manusia mempertanggung-jawabkan citranya sebagai gambar Allah. Manusia yang bekerja adalah manusia citra Allah. Oleh karena itu, bila terdapat manusia yang bermalas-malas dan tidak mau bekerja, dalam konteks ini tidak akan masuk sebagai rekan Allah.
Refleksi

Manusia bekerja sesuai dengan kemampuan yang diberikan oleh Allah kepadanya. Manusia bekerja sesuai dengan panggilan yang telah diterima secara cuma-cuma dari Allah. Citra Allah sejati bekerja sesuai dengan tugas yang dipercayakan kepadanya dan mengerjakannya dengan tujuan yang baik dan benar. Bila kita dipanggil sebagai sebagai pejabat, bekerjalah sebagai pejabat yang baik, jujur dan bertanggung-jawab. Bila kita dipanggil sebagai petani, nelayan, buruh, bekerjalah sesuai dengan profesi itu dengan baik, jujur dan bertanggung-jawab. Intinya, bekerja dengan jujur, baik dan bertanggung-jawab sesuai dengan panggilan kita masing-masing berarti kita sudah menjadi rekan Allah dalam mencipta dan menyelamatkan bumi yang dipercayakan kepada kita.

Pertanyaan Refleksif
  1. Apakah ada pekerjaan yang tidak berharga di mata Allah? Apakah ada manusia yang tidak berharga di mata Allah?
  2. Apakah kita bekerja bertujuan baik dan benar?
  3. Apakah ada pekerjaan yang dijamin baik dan benar? Sebaliknya, apakah ada pekerjaan yang dianggap kotor dan tidak baik?
MARI KITA MULAI SEKALI LAGI, KARENA SAMPAI SEKARANG KITA BELUM BERBUAT APA-APA?

Seperti biasanya, saat kita memasuki masa Pra-Paska, kita akan masuk dalam kegiatan Pendalaman Aksi Puasa Pembangunan yang setiap tahun kita laksanakan. Komisi Kateketik KWI telah menetapkan Tema Pokok Pendalaman APP 2012-2016 yakni MEWUJUDKAN HIDUP SEJAHTERA. Tema Pokok ini dibagi dalam lima Sub Tema dan setiap Sub Tema Pokok tersebut menjadi Tema Pendalaman APP setiap tahun hingga 2012 nanti.

Komisi Kateketik Keuskupan Palangka Raya telah mengolah Tema Pokok ini dan sudah didalam sejak 2012 yang lalu dengan Sub  Tema: PANGGILAN HIDUP DAN TANGGUNG JAWAB. Kelanjutan dari tema ini, kita akan mendalami lagi Sub Tema baru pada tahun 2013 ini yakni: MENGHARGAI KERJA.

Tema pendalaman APP 2013 ini dibagi lagi dalam lima bagian sebagai berikut:
  1. Allah Menghendaki Manusia Bekerja (Pertemuan I)
  2. Sikap Manusia Terhadap Pekerjaan (Pertemuan II)
  3. Cara Hidup Kristiani dalam Bekerja (Pertemuan III)
  4. Bekerja Membangun Kemanusiaan (Pertemuan IV)
  5. Berdoa dan Bekerja (Pertemuan V)
Bagian-bagian di atas merupakan tema pendalaman kita setiap pertemuan selama Masa Pra-Paska 2013. Refleksi atas bahan-bahan ini dapat anda baca pada blog pribadi ini selama Masa Prapaska 2013 ini karena secara bertahap akan kami publikasikan sebagai bahan sharing bersama. Semoga nantinya dapat bermanfaat untuk membantu Team Pastoral menjadi fasilitator dalam setiap pertemuan.

Selamat Menjalani Masa Pra-Paska.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget