MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Maret 2014

JADILAH PEMILIH YANG CERDAS DENGAN BERPEGANG PADA HATI NURANI

Saudara-saudari, segenap umat Katolik Indonesia yang terkasih,
Bangsa kita sedang bersiap diri menyambut Pemilu legislatif untuk memilih DPR, DPD dan DPRD yang akan diselenggarakan tanggal 9 April 2014. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis karena merupakan kesempatan memilih calon legislatif dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat.

Hak dan Panggilan Ikut Serta Pemilu
Warga negara yang telah memenuhi syarat berhak ikut menentukan siapa yang akan mengemban kedaulatan rakyat melalui Pemilu. Mereka yang terpilih akan menempati posisi yang menentukan arah dan kebijakan negeri ini menuju cita-cita bersama, yaitu kesejahteraaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, selain merupakan hak, ikut memilih dalam Pemilu merupakan panggilan sebagai warga negara. Dengan ikut memilih berarti Anda ambil bagian dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan. Penting disadari bagi para pemilih untuk tidak saja datang dan memberikan suara, melainkan menentukan pilihannya dengan cerdas dan sesuai dengan hati nurani. Dengan demikian, pemilihan dilakukan tidak asal menggunakan hak pilih, apalagi sekedar ikut-ikutan. Siapa pun calon dan partai apa pun pilihan Anda, hendaknya dipilih dengan keyakinan bahwa calon tersebut dan partainya akan mewakili rakyat dengan berjuang bersama seluruh komponen masyarakat mewujudkan cita-cita bersama bangsa Indonesia. Pertanyaannya adalah calon legislatif macam apa yang mesti dipilih dan partai mana yang mesti menjadi pilihan kita.

Kriteria Calon Legislatif
Tidak mudah bagi Anda untuk menjatuhkan pilihan atas para calon legislatif. Selain karena banyak jumlahnya, mungkin juga tidak cukup Anda kenal karena tidak pernah bertemu muka. Para calon legislatif yang akan Anda pilih, harus dipastikan bahwa mereka itu memang orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti ekerasan
Caon legislatif yang jelas-jelas berwawasan sempit, mementingkan kelompok, dikenal tidak jujur, korupsi dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kedudukan tidak layak dipilih. Hati-hatilah dengan sikap ramah-tamah dan kebaikan yang ditampilkan calon legislatif hanya ketika berkampanye, seperti membantu secara material atau memberi uang.

Hendaklah Anda tidak terjebak atau ikut dalam politik uang yang dilakukan para caleg untuk mendapatkan dukungan suara. Perlulah Anda mencari informasi mengenai para calon yang tidak Anda kenal dengan pelbagai cara. Demi terjaga dan tegaknya bangsa ini, perlulah kita memperhitungkan calon legislatif yang mau berjuang untuk mengembangkan sikap toleran dalam kehidupan antarumat beragama dan peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Pilihan kepada calon legislatif perempuan yang berkualitas untuk DPR, DPD dan DPRD merupakan salah satu tindakan nyata mengakui kesamaan martabat dalam kehidupan politik antara laki-laki dan perempuan, serta mendukung peran serta perempuan dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan.

Kriteria Partai Politik
Kita bersyukur atas empat kesepakatan dasar dalam berbangsa dan bernegara yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita percaya bahwa hanya dengan mewujudkan keempat kesepakatan tersebut, bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-citanya. Oleh karena itu, dalam memilih partai perlu memperhatikan sikap dan perjuangan mereka dalam menjaga keempat kesepakatan tersebut. Hal yang penting untuk menjadi pertimbangan kita adalah partai yang memiliki calon legislatif dengan kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar. Partai yang memperjuangkan kepentingan kelompoknya apalagi tidak berwawasan kebangsaan, hendaknya tidak dipilih.

Pengawasan atas Jalannya Pemilu
Setiap warga negara diharapkan ikut memantau dan mengawasi proses dan jalan- nya Pemilu. Pengawasan itu bukan hanya pada saat penghitungan suara, melainkan selama proses Pemilu berlangsung demi terlaksananya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber Jurdil). Kita perlu mendorong dan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok dalam masyarakat yang dengan cermat mengikuti dan mengkritisi proses jalannya Pemilu. Hendaknya Anda mengikuti secara cermat proses penghitungan suara bahkan harus terus mengawasi pengumpulan suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai ke tingkat kecamatan dan kabupaten agar tidak terjadi rekayasa dan kecurangan.

Pemilu yang Aman dan Damai
Amat penting bagi semua warga masyarakat untuk menjaga Pemilu berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, damai dan berkualitas. Jangan sampai terjadi kekerasan dalam bentuk apapun, baik secara terbuka maupun terselubung, karena bila sampai terjadi kekerasan maka damai dan rasa aman tidak akan mudah dipulihkan. Perlu tetap waspada terhadap usaha- usaha memecah belah atau mengadu domba yang dilakukan demi tercapainya suatu target politik. Bila ada sesuatu yang bisa menimbulkan kerawanan, khususnya dalam hal keamanan dan persatuan ini, partisipasi segenap warga masyarakat untuk menangkalnya sangat diharapkan.

Calon Legislatif
Para calon legislatif, kami hargai Anda karena tertarik dan terpanggil terjun dalam dunia politik. Keputusan Anda untuk mempersem-bahkan diri kepada Ibu Pertiwi melalui jalan itu akan menjadi kesempatan untuk berkontribusi secara berarti bahkan maksimal bagi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia. Karena itu, tetaplah memegang nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta tetap berjuang untuk kepentingan umum dengan integritas moral dan spiritualitas yang dalam. Anda dipanggil dan diutus menjadi garam dan terang!

Saudara-saudari terkasih,
Ikutlah memilih. Dengan demikian Anda ikut serta dalam menentukan masa depan bangsa. Sebagai umat beriman, marilah kita mengiringi proses pelaksanaan Pemilu dengan doa memohon berkat Tuhan, semoga Pemilu berlangsung dengan damai dan berkualitas serta menghasilkan wakil-wakil rakyat yang benar-benar memperhatikan rakyat dan berjuang untuk keutuhan Indonesia. Dengan demikian cita-cita bersama, yaitu kebaikan dan kesejahteraan bersama semakin mewujud nyata.

Semoga Bunda Maria, Ibu segala bangsa, senantiasa melindungi bangsa dan negara kita dengan doa-doanya.
Jakarta, Januari 2014

KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA
Sumber: www.mirifica.net

Masa Prapaskah yang lamanya 40 hari sudah lama dikenal sebagai masa Retret Agung. Pada masa Prapaskah kita diajak untuk mengikuti bimbingan Roh Kudus pergi ke padang gurun kehidupan kita, seperti Yesus yang dibimbing Roh Kudus menuju padang gurun, untuk mengadakan retret, meninjau kembali hidup yang kita hidupi sampai saat ini. Maksud tujuannya adalah agar "hidup kita mencapai kepenuhan atau kelimpahan" sesuai dengan maksud kedatangan Yesus: "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yoh 10:10). Visi atau mimpi Yesus adalah supaya manusia hidup dalam kelimpahan, terutama bukan kelimpahan harta duniawi, melainkan terutama kelimpahan kasih, sukacita dan damai sejahtera. Untuk itu kita perlu belajar menjalani hidup ini dengan cara yang baru dan tidak fanatik dengan cara lama atau dengan kata lain meninggalkan masa lalu hidup kita.

Stephen R. Covey dalam bukunya Principle Centered Leadership mengemukakan salah satu prinsip bagi terwujudnya keberhasilan dalam kepemimpinan adalah "meninggalkan masa lalu". Menurut beliau, hampir setiap terobosan penting merupakan hasil perubahan yang berani dari cara-cara berpikir tradisional". Tidak akan ada terobosan baru dalam hidup kita yang dapat membawa kita kepada hidup dalam kelimpahan, kalau kita tidak berani mencari paradigma baru dan membiarkan diri terkurung dalam cara hidup lama. Kata sebuah ungkapan: "Sesungguhnya para pemenang tidak melakukan hal yang baru, tetapi melakukan hal yang sama dengan cara yang baru.

Meninggalkan masa lalu merupakan ajakan utama masa Prapaskah ini. Tentu saja kita diajak untuk meninggalkan cara hidup di masa lalu, yang tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki Yesus dari para murid-Nya. Lewat puasa dan pantang kita diajak untuk meninggalkan kelekatan pada materi dan kesenangan serta kenikmatan duniawi, yang kadang membuat kita jadi egois, menutup diri terhadap sesama, terlebih yang sangat membutuhkan uluran tangan kasih kita. Dengan kata lain, lewat puasa dan pantang kita diajak untuk berbelarasa (compassion) dengan sesama. Belarasa, peduli kasih kiranya menjadi paradigma hidup baru, meskipun sudah lama dicanangkan oleh Yesus sendiri agar hidup kita berkelimpahan.

Dalam masa Prapaskah ini kita diajak untuk mengeluarkan energi positif dari dalam diri kita dan menyingkirkan energi negatif. Kata Stephen R. Covey, kalau anda ingin mempunyai perkawinan yang bahagia, jadilah orang yang memancarkan energi positif dan menyingkirkan energi negatif (Principle Centered Leadership). Apabila anda ingin mempunyai seorang anak remaja yang lebih menyenangkan dan kooperatif, jadilah orang tua yang berpengertian, berempati, konsisten, dan penuh cinta kasih. Energi positif yang kita keluarkan dari dalam diri kita, akan menarik keluar energi positif yang ada dalam diri anak.

Prinsip ini tentu berlaku pada hidup pada umumnya. Energi positif yang kita keluarkan dari dalam diri kita, akan memancing energi positif dalam diri orang lain untuk keluar. Energi negatif yang dikeluarkan seperti kemarahan, akan memancing energi negatif pada orang lain untuk dikeluarkan. Ketika seorang anak melakukan kesalahan dan anda memarahi, dalam diri anak akan bergejolak energi negatif seperti sedih, kesal, jengkel dan mungkin juga benci. Tetapi ketika anda mengeluarkan energi positif seperti pengertian, yakni berusaha mengerti mengapa anak sampai melakukan kesalahan, anda mendorong anak untuk belajar dari kesalahan untuk tidak mengulanginya lagi. Sang anak akan mengeluarkan energi positif. Dan itu berarti anda telah berhasil membangun pola relasi menang vs menang dan bukan kalah vs menang. Pola relasi seperti itu akan membuat hidup kita berkelimpahan kasih, sukacita dan damai sejahtera. Karena itu, mari kita meneliti pola hidup kita, dan berusaha meninggalkan apa yang patut ditinggalkan agar di hari raya Paskah kita pun bangkit menjadi manusia yang hidup dalam kelimpahan. Semoga. **P. Alex Dato'L, SVD.

LATAR BELAKANG

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan PYD 2011,  kami mencoba menantang Orang Muda Katolik untuk menggagas PYD 2014 berangkat dari tolak ukur keberhasilan. Kami ingin Orang Muda Katolik tergugah dan berpikir tentang jati dirinya, dunianya, keterlibatannya, permasalahan dan keberanian untuk menemukan solusi. Maka tolak ukur keberhasilan PYD 2014 ini menjadi sangat penting. Artinya, kami bermaksud mengajak Orang Muda Katolik untuk berpikir seandainya PYD 2014 dilaksanakan, apa yang menjadi indikasi keberhasilannya, supaya PYD 2014 tidak hanya berhenti sebagai sebuah rutinitas setiap tiga tahun dan supaya segala bentuk kerja keras serta “pengorbanan’ memiliki daya ubah-ispiratif yang akhirnya membawa keterlibatan Orang Muda Katolik dalam kehidupan bernegara dan menggereja. Indikasi keberhasilan ini nantinya akan mempengaruhi konsep dan program kegiatan.

Sejauh ini, Orang Muda Katolik masih menemukan indikasi keberhasilan PYD secara kuantitatif.  Oleh karena itu, Orang Muda Katolik ditantang untuk menemukan indikasi keberhasilan yang lebih kualitatif (bermakna, simple tapi setia dilaksanakan), misalnya: menanam pohon, menyisihkan uang saku, menaruh sampah membawa berkah dengan mengindahkan prinsip 3R, penerbitan buku inspiratif yang berisi pemaknaan kisah seputar PYD 2014 dan memiliki program pribadi tentang masa depan.

Berdasarkan proses pembelajaran tersebut kami menawarkan sebuah tema: “Tergugah dan tergeraklah untuk terlibat”. Penjabarannya adalah demikian Orang Muda Katolik dan dunianya memiliki potensi luar biasa. Potensi itu harus dikenali dan diarahkan untuk masa depan dalam lingkup yang lebih luas. Maka orang muda perlu dibantu untuk menyadari bahwa inheren pada dirinya terdapat banyak potensi (termasuk usia dan kesempatan). Tetapi mereka juga harus diingatkan bahwa kenyataannya Orang Muda Katolik berada dalam konteks masa tertentu. Memang benar Orang Muda Katolik itu harus senantiasa diarahkan ke depan sekaligus mengenali konteks dunia dan masanya, supaya mereka tidak berlari kencang di awan-awan, supaya pengenalan potensi berdampak pada lingkungan, memberi warna dan mengajak orang muda untuk keluar dari zona nyaman dirinya yang .....

Untuk itu, perlu pengalaman-pengalaman perjumpaan karena dengan mengalami sendiri berjumpa dengan aneka orang dan peristiwa, apalagi Orang Muda Katolik tidak suka mendengar taburan kata-kata. Dengan demikian diharapkan mereka tergugah dan tergerak untuk baik secara pribadi dan komunal “bertobat”, membangun komitmen dan lebih jauh terlibat (berbagi) dengan segala dirinya membangun tata dunia yang lebih manusiawi. Jenis kegiatan  perjumpaan yang kami tawarkan adalah mengajak orang muda mengalami perjumpaan dengan komunitas-komunitas “orang-orang pinggiran” dan mengkonfrontasikan dengan diri dan pengalamannya sendiri secara reflektif kemudian berbagi refleksi atas perjumpaan tersebut diimbangi dengan belajar dari pengalaman orang lain. Lebih konkret berbagai macam acara seperti : permainan tradisional, kreatifitas seni budaya (pentas dan kreatifitas rohani), perkenalan kualitatif : permasalahan konkret dan program unggulan, lomba cipta theme song dan logo. Selain itu, ada kegiatan rohani yang melengkapinya seperti: perayaan ekaristi, doa reflektif dan refleksi bersama kelompok.

WAKTU DAN TEMPAT

PYD 2014 dilaksanakan pada tanggal 3 – 6 Juli 2014 bertempat di komplek Yayasan Siswarta Cabang Palangka Raya.

PESERTA DAN PENDAMPING

Adapun syarat dan ketentuan peserta dan pendamping adalah sebagai berikut :

  1. Masing-masing paroki mengirimkan 30 peserta.
  2. Sebaiknya jumlah laki-laki dan perempuan berimbang.
  3. Tidak menimbulkan potensi kerusuhan.
  4. Bisa diandalkan untuk menularkan hasil PYD di Paroki masing-masing.
  5. Dianjurkan usia kelas IX ke atas.
  6. Tidak mengidap penyakit kambuhan akut.
  7. Membawa perlengkapan dan obat-obat pribadi (melaporkan ke panitia apabila ada penyakit ringan).
  8. Menunjuk salah satu dari peserta sebagai wakil sekaligus penghubung yang bertanggung jawab terhadap kelompok.
  9. Sebaiknya memiliki kartu identitas (KTP, kartu sekolah, atau yang lain)
  10. Membawa rekomendasi dari orang tua yang diketahui oleh pastor paroki atau pendamping OMK.
  11. Pendamping adalah pastor atau suster atau frater atau awam, berjumlah maksimal 2 orang.
  12. Daftar peserta dan pendamping dikumpulkan paling lambat tanggal 26 April 2014. Pertimbangannya yaitu untuk mengakomodir paroki-paroki yang akan mengirimkan peserta lebih dari ketentuan yang ditetapkan.
  13. Bagi Paroki yang tidak mengirimkan daftar peserta sampai tanggal yang di tentukan dianggap tidak mengikuti PYD.
  14. Informasi peserta dapat dikirim lewat contact person, email, dan surat yang sudah tercantum.
  15. Membawa alat tulis, MB ( Madah Bakti ) dan Rosario.
  16. Membawa pakaian olah raga, jaket, selimut dan sleeping bag (kalau ada).

KONTRIBUSI

a. Masing-masing peserta dikenakan kontribusi minimal Rp. 150.000,00.
b. Pendamping dikenai kontribusi minimal Rp. 150.000,00 per orang (maksimal 2 orang pendamping).
c. Paroki mandiri  dikenai kontribusi minimal Rp. 3.000.000,00.
d. Paroki subsidi dikenai kontribusi minimal Rp. 1.000.000,00.
e. Panitia juga menerima bantuan dalam bentuk natura (Sembako).

NO REKENING

BANK DANAMON PALANGKA RAYA – AHMAD YANI
no rek 003512908819 an. A. TRI ADI KURNIAWAN

KONSEP KEGIATAN

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu pra PYD, PYD dan pasca PYD.

PRA PALANGKA RAYA YOUTH DAY

1. Lomba Membuat Theme Song

  • Pembuat theme song  adalah Orang Muda Katolik Keuskupan Palangka Raya (pribadi atau kelompok).
  • Mudah diingat, mudah dinyanyikan, mentaati akidah musik ( ada unsur  musik tradisional  Dayak ).
  • Tidak boleh menjiplak, murni karya pribadi atau kelompok.
  • Pembuat theme song terpilih akan mendapat apresiasi yang wajar.
  • Unsur-unsur lirik : mengobarkan semangat, iman dan kesatuan orang muda katolik Keuskupan Palangka Raya untuk menyongsong masa depan dan tidak diskriminatif.
  • Iringan musik bebas.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Theme song dikumpulkan paling lambat tanggal 26 April 2014.
  • Durasi maksimal 5 menit.
  • Dikumpulkan dalam bentuk DVD dan teks serta soft copy dikirimkan via email.
  • Panitia tidak bertanggung jawab kalau  ada tuntutan hukum.

2. Lomba Membuat Jingle

  • Pembuat jingle adalah Orang Muda Katolik Keukupan Palangka Raya (pribadi atau kelompok).
  • Mudah diingat, mudah dinyanyikan, mentaati akidah musik ( ada unsur  musik tradisional Dayak ).
  • Tidak boleh menjiplak, murni karya pribadi atau kelompok.
  • Pembuat jingle terpilih akan mendapat apresiasi yang wajar.
  • Unsur-unsur lirik : mengobarkan semangat, iman dan kesatuan orang muda katolik Keuskupan Palangka Raya untuk menyongsong masa depan dan tidak diskriminatif. 
  • Iringan musik Bebas.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Jingle dikumpulkan paling lambat tanggal 26 April 2014.
  • Durasi maksimal 5 menit.
  • Dikumpulkan dalam bentuk DVD dan teks serta soft copy dikirimkan via email.
  • Panitia tidak bertanggungjawab  kalau  ada tuntutan hukum.

3. Lomba Membuat Logo

  • Pembuat logo adalah Orang Muda Katolik Keuskupan Palangka Raya (pribadi atau kelompok).
  • Dicantumkan “PALANGKA RAYA YOUTH DAY”.
  • Dicantumkan tanggal penyelenggaraan PYD.
  • Ada simbol semangat orang muda. 
  • Ada simbol kekatolikan (salib, Roh Kudus, dll).
  • Ada simbol kedaerahan (Perisai, Mandau, Guci, Batang Garing, Peta Kalimantan, dll).
  • Disertai narasi keterangan logo ( secara terpisah ).
  • Tidak boleh menjiplak, murni karya pribadi atau kelompok.
  • Pembuat logo terpilih akan mendapat apresiasi yang wajar.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Logo dikumpulkan paling lambat tanggal 26 April 2014.
  • Panitia tidak bertanggungjawab  kalau ada tuntutan hukum.
  • Dikumpul berupa soft copy dan dikirimkan via email.

4. Persiapan Pentas Seni

a. Masing-masing OMK paroki  wajib mempersiapkan penampilan  dengan tema dan bentuk tertentu.
b. Kriteria penampilan :
Tema :
Orang Muda Katolik  dan Lingkungan Hidup
Orang Muda Katolik dan Gereja
Orang Muda Katolik  dan Masa Depan
    Bentuk Penampilan :
Nyanyi  ( Vocal Group )
Pantomim
Puisi
Cerpen ( dibacakan )
Stand up Comedy
Comedy
c. Durasi waktu 10 menit, maka mohon disiapkan dengan sungguh-sungguh mengingat banyaknya jumlah peserta (23 paroki).
d. Membawa perlengkapan sendiri.
e. Jenis penampilan mohon diinfokan paling lambat tanggal 26 April 2014.

5. Persiapan Perkenalan Kualitatif
Selama ini dalam acara perkenalan peserta hanya memperkenalkan dirinya saja : nama, asal, dll. Untuk itu dalam PYD 2014 akan dipikirkan perkenalan yang lebih kualitatif seperti :

  • Perkenalan per paroki.
  • Wakil kelompok menyampaikan situasi dan kondisi OMK secara singkat dan jelas (tantangan, peluang, kekuatan dan kelemahan) 
  • Menyampaikan salah satu program andalan yang menjawab situasi dan kondidi riil OMK di paroki masing-masing.
  • Dimohon untuk mempersiapkan yel-yel.
  • Mohon disiapkan dengan sungguh-sungguh karena waktu akan dibatasi.
  • Durasi maksimal 5 menit

6. Membuat Benda Rohani Dari Barang Bekas

  • Masing-masing Paroki membuat barang rohani dari barang bekas (Salib, Patung orang kudus, Lukisan, dll ).
  • Tidak boleh dicat.
  • Berbentuk 3 dimensi.
  • Disertai narasi mengenai bentuk, proses, dll.


PALANGKA RAYA YOUTH DAY

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari, adapun inti acaranya adalah sebagai berikut :
a. Hari I
Registrasi dan akomodasi
Misa Pembukaan dan Pembukaan Simbolis
Perkenalan Kualitatif
Pentas Seni Budaya
b. Hari II
Misa Pagi
Perjumpaan
Refleksi Kelompok
Pentas Seni Budaya
c. Hari III
Misa Pagi
Permainan Tradisional
Seminar Kelompok
Pentas Seni Budaya
d. Hari IV
Aksi Nyata atau pembuatan rencana tindak lanjut
Evaluasi
Misa Penutup

PASCA PALANGKA RAYA YOUTH DAY

a. Evaluasi
b. Jejaring komunikasi
c. Tindak lanjut PYD

TATA TERTIB, HAK DAN KEWAJIBAN

  1. Semua peserta, panitia  dan pendamping wajib mentaati tata-tertib.
  2. Semua peserta wajib mengikuti kegiatan yang telah ditetapkan sesuai jadwal.
  3. Wajib mengenakan kartu identitas (bagi yang tidak mengenakan akan diberi sanksi edukatif : membersihkan tempat, membantu panitia).
  4. Selama kegiatan PYD tidak boleh meninggalkan tempat tanpa seijin Koordinator PYD dan harus dengan alasan yang kuat.
  5. Dilarang membuang sampah sembarangan (seandainya ketahuan akan didenda Rp. 2.000, termasuk panitia dan pendamping).
  6. Dilarang membawa senjata tajam dan semua minuman yang dikategorikan sebagai minuman keras baik berlebel maupun tradisional.
  7. Tidak boleh mengambil kesempatan untuk melakukan hal-hal yang asusila.
  8. Dilarang membuat keributan.
  9. Segala bentuk pelanggaran akan dikenakan sanksi, panitia berhak menegur dan mengeluarkan peserta yang membandel. 
  10. Segala bentuk akibat pelanggaran tata tertib bukan menjadi tanggung jawab panitia.
  11. Peserta berhak menerima akomodasi sesuai kemampuan panitia dan fasilitas yang ada.
  12. Peserta berhak menegur panitia yang melanggar aturan dan melaporkan ke koordinator PYD.
  13. Dilarang merokok  dan menggunakan HP selama acara berlangsung.
  14. Wajib berpakaian dan berpenampilan rapi dan sopan. 
  15. Kebersihan dan kerapian semua arena PYD menjadi tanggung  jawab peserta dan panitia.
  16. Ketentuan lain akan disusulkan kemudian.



MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget