MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Mei 2018

KAIROS.Org - Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Tengah mensosialisasikan keberadaan lembaga ini kepada seluruh Pastor Paroki dan Utusan Umat Katolik se-Kalimantan Tengah yang hadir pada Sinode I Keuskupan Palangka Raya (26/05) di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya. Materi sosialisasi disampaikan oleh Julius I.P. Situngkir (Ketua II) dan Fidelis Harefa (Sekum), dimoderatori oleh RD. Silvanus Subandi.


Julius Situngkir menyampaikan bahwa terbentuknya LP3KD di Kalimantan Tengah sangat bermanfaat bagi umat Katolik Kalimantan Tengah dalam mengembangkan nilai-nilai budaya gerejani demi semaraknya liturgi. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi umat Katolik untuk mendukung dan turut terlibat dalam mengembangkan LP3KD dengan melaksanakan program kerja yang telah disusun penuh tanggung jawab.

Fidelis Harefa dalam materinya menyampaikan informasi yang berhubungugan dengan progress terbentuknya LP3KD. Bermula dari diterbitkannya Peraturan Menteri Agama No. 35 Tahun 2016 Tentang LP3K, ditindaklanjuti oleh Dirjen Bimas Katolik dengan membentuk LP3KN melalui MUNAS yang dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2017 di Jakarta. Pembentukan LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan melalui MUSDA pada tanggal 19 September 2017, kemudian disahkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah dengan Surat Keputusan Nomor 188.44/627/2017. LP3KD yang sudah terbentuk ini harus disambut baik oleh seluruh umat Katolik Kalimantan Tengah karena melalui LP3KD kita dapat belajar berliturgi secara lebih baik lagi.



Tindak lanjut dari terbentuknya LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah, akan dibentuk pula LP3KD Kabupaten / Kota yang ada di Kalimantan Tengah. Fidelis menyampaikan bahwa telah dijadwalkan Rapat Kerja LP3KD Provinsi Kalteng pada tanggal 1 Juni 2018 yang akan datang. Pada Raker tersebut, diundang perwakilan dari 14 Kabupaten / Kota yang ada di Kalteng sebagai langkah awal pembentukan LP3KD tingkat Kabupaten / Kota.



Karena dalam sesi tanya jawab, ada beberapa umat yang bertanya tentang PESPARAWI dan PESPARANI, maka pada akhir sosialisasi, Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF menegaskan bahwa umat Katolik harus terlibat dan mendukung LP3KD dengan berbagai cara. Ikut dan terlibat dalam LP3KD adalah wajib bagi umat Katolik. LP3KD merukapan lembaga bagi umat Katolik yang menyelenggarakan PESPARANI. Sedangkan PESPARAWI adalah lembaga yang dikelola oleh Kristen Protestan.

Anggota DPD, RI Napa J Awat yang menggantikan H Muhammad Mawardi yang saat ini sebagai calon Bupati Kapuas melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan beberapa waktu lalu (26/4/2018) di Aula Nazaret, Komplek Gereja Katedral, St Maria, Palangkaraya.

Ratusan warga menghadiri kegiatan tersebut untuk mendengarkan paparan dari Napa J Awat. Dirinya menekankan tentang pentingnya strategi ekonomi berkelanjutan yang harus diadaptasikan dengan situasi lapangan agar efektivitas kegiatan berjalan dengan optimal.
Napa J Awat sedang menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar

"Strategi pembangunan berkelanjutan di daerah, terutama di Provinsi Kalimantan Tengah berhadapan dengan situasi persoalan ekonomi masyarakat yang mendasar saat ini yaitu sebagian besar masyarakat belum memiliki sumber pendapatan secara pasti dengan nominal yang cukup untuk membiayai kesejahteraan rumah tangga secara layak," ungkapnya.

Padahal, sambungnya, di lain pihak, kita mempunyai faktor produksi seperti alam dan tenaga kerja. "Jika modal, jangankan masyarakat, sektor swasta (PT, CV) mempergunakan hutang sebagai sumber pembiayaan untuk membuka kebun sawit, Regulasi yang akan diperjuangkan agar materi yang tersusun nantinya di pihak pemerintah pusat bisa menyentuh penggalian dan penciptaan sumber usaha pedesaan terutama yang bermuara pada komoditi ekspor," sambungnya.

Selama ini, pembukaan sawit banyak mengorbankan lahan/tanaman keras milik masyarakat dan tidak dihargai. Inilah yang akan disuarakan dan diperjuangkannya selaku anggota DPD RI atau para Wakil Daerah dari Kalteng.

"Dengan mengubah "bahu-lakau"atau lahan ladang pertanian tanaman keras yang telah ditanami oleh masyarakat menjadi perkebunan karet atau sengon adalah alternatif terbaik bagi masyarakat pedesaan demi menapak kesejahteraan rumah tangga dan mampu mengantar anak-anak memperjuangkan dan meraih daya saing melalui pendidikan terstruktur tampa merudak lingkungan, Tengok saja Rungan-Manuhing di Kabupaten Gunung Mas  yang telah sejak lama terbiasa membudaya tanam karet, sudah punya kejelasan sumber pendapatan," sebutnya.

Sinkronisasi antara strategi pemberdayaan UMKM dan Koperasi dengan sumber usaha di pedesaan sebagai sarana masyarakat untuk mendapatkan kepastian pendapatan setiap bulannya merupakan mimpi penulis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan dalam kerangka NKRI.

"Hal ini bisa diperjuangkan secara realistik dan terukur, terlebih ditunjang dengan adanya instrumen yang lain bagi pembangunan berkelanjutan di desa yaitu melalui penyaluran Alokasi Dana Desa dan Dana Desa. Dengan adanya sumber dana ini dapat menjadi modal kerja bagi masyarakat di desa dan stimulan agar sektor UMKM dan Koperasi dapat lebih berkembang dalam sektor pertanian," pungkasnya.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget