2020

LAW FIRM KAIROS, Koalisi Keadilan Untuk Pejuang Lingkungan Desa Penyang menyampaikan Permohonan Praperadilan kepada Ketua Pengadilan Negeri Palangka Raya (18/03/2020) terkait prose penangkapan dan penahanan tiga orang Pejuang Lingkungan dari Desa Penyang yang diduga melakukan tindak pidana pencurian. Permohonan Praperadilan disampaikan oleh para advokat yang telah bergabung dalam Koalisi Keadilan, Law Firm Kairos, WALHI, SOB, LBH Palangka Raya dan LBH Genta Keadilan berdasarkan Surat Kuasa dari tiga tersangka yang sedang ditahan oleh POLDA Kalteng.

Setelah penyampaian Permohonan Praperadilan di PN Palangka Raya, Koalisi Keadilan melaksanakan konferensi pers dengan tujuan menyampaikan kepada warga Desa Penyang agar tetap menjaga keadaan yang kondusif dan tidak terpancing melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum. Perjuangan untuk mendapatkan keadilan sedang dilaksanakan dan kita lakukan melalui jalur formal yang disediakan oleh negara.

Beberapa jam setelah Permohonan Praperdailan diterima oleh PN Palangka Raya, melalui SIPP PN Palangka Raya diketahui bahwa sidang pembacaan permohonan Praperadilan akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2020. Semoga proses ini berjalan dengan baik sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. (lfk)

LAW FIRM KAIROS, Fidelis Harefa mewakili Law Firm Kairos menyatakan siap bergabung dalam Koalisi Keadilan untuk membantu warga Desa Penyang memperjuangkan haknya. Hal ini disampaikan pada pertemuan terbatas (25/02/2020) yang dilaksanakan di Kantor SOB Kalimantan Tengah. Koalisi Keadilan atau dinamakan The Environmental Justice Coalition untuk Pejuang Lingkungan Desa Penyang adalah gerakan yang disponsori oleh Save Our Borneo (SOB), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Justice, Peace and Integrty of Creation (JPIC) Kalimantan.

Pernyataan kesediaan yang disampaikan oleh Fidelis Harefa merupakan tindaklanjut dari upaya pendampingan warga Desa Penyang yang sedang ditahan oleh POLDA Kalteng yang diduga melakukan tindak pidana pencurian. Fidelis sangat mengapresiasi gerakan ini sehingga tidak segan-segan menyatakan sikap bergabung dalam tim pencari keadilan.

"Kita sangat mengapresiasi gagasan dari tiga NGO (SOB, WALHI dan JPIC) untuk menggerakan perjuangan keadilan lingkungan", kata Fidelis dalam pertemuan itu. "Setelah adanya koalisi keadilan ini, segala upaya yang dilakukan untuk memberikan bantuan hukum kepada warga Desa Penyang yang sedang mencari keadilan adalah merupakan bagian dari perjuangan yang tergabung dalam koalisi ini", lanjutnya. Kehadiran koalisi ini membuktikan bahwa masih ada pihak-pihak yang peduli terhadap kepentingan masyarakat yang berada di posisi lemah dalam memperjuangkan haknya.(lfk)

LAW FIRM KAIROS, Dua Orang tahanan POLDA Kalteng, atas nama Hermanus dan Dilik menandatangani Surat Kuasa pendampingan hukum dan diberikan kepada para Advokat yang berkantor di Law Firm Kairos (21/02/2020). Dua orang tahanan POLDA Kalteng ini adalah Pejuang Lingkungan Desa Penyang yang sejak 2010 telah memperjuangkan hak di atas lahan yang digarap oleh PT. HMBP. Adapun advokat yang menerima kuasa dari dua tersangka adalah Fidelis Harefa, Bama Adiyanto, Mathias U. Dehen dan Muhammad Sandi.

Saat penandatanganan Surat Kuasa, Fidelis mengingatkan kedua tersangka bahwa setelah terbitnya surat kuasa, kedua tersangka berhak untuk didampingi pada setiap tingkat pemeriksaan yang berhubungan dengan kasus ini. Oleh karena itu, kedua tersangka tidak boleh sungkan atau segan menyampaikan informasi penting yang berhubungan dengan kepentingan kedua tersangka.

Adapun kedua tersangka merupakan tahanan POLDA Kalteng sejak 17 Februari 2020 yang diduga melakukan tindak pidana pencurian buah sawit. Mereka ditangkap di Desa Penyang oleh security PT. HMBP bersama dengan anggota Brimob yang bertugas, kemudian dibawa dan ditahan di POLDA Kalteng.

Menurut informasi dari Hermanus, saat ditangkap, dia sedang panen sawit di atas lahan milik mertuanya. Setelah memanen kurang lebih satu jam, security PT. HMBP didampingi oleh anggota Brimob yang bertugas di perusahaan mendatangi tersangka, menangkap dan membawanya ke POLDA Kalteng. (lfk)


LAW FIRM KAIROS, Fidelis Harefa dan Bama Adiyanto, Advokat dan Konsultan Hukum dari Kantor Hukum Law Firm Kairos menerima penunjukan pemberian bantuan hukum dari pihak keluarga Hermanus dan Dilik (19/02/2020), yang ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah karena diduga melakukan tindak pidana pencurian buah sawit. Penunjukan ini diperkuat oleh surat pernyataan bersedia didampingi yang ditandatangani oleh kedua tersangka saat bertemu dengan Fidelis dan Bama di POLDA Kalteng.

Fidelis menyatakan kesediaan memberikan bantuan hukum terhadap Hermanus dan Dilik karena berdasarkan penuturan keluarga, tindak pidana yang disangkakan kepada dua orang ini, sesungguh dilatarbelakangi oleh adanya sengketa perdata antara PT. HMBP dengan Warga Desa Penyang, Kotawaringin Timur. "Semuanya harus dibuktikan menurut hukum", kata Fidelis kepada perwakilan keluarga tersangka. "Ketidakadilan yang dialami oleh warga Desa Penyang harus diperjuangkan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Warga tidak boleh panik dan jangan sampai terpancing melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan hukum. Penangkapan dan penahanan dua orang tersangka ini adalah pintu masuk bagi warga Desa Penyang dalam memperjuangkan haknya yang selama ini telah dirampas oleh pihak lain", lanjut Fidelis memberikan arahan kepada pihak keluarga tersangka.

Adapun kronologi dari peristiwa yang disangkakan sebagai tindak pidana ini berawal dari sengketa lahan yang dikuasai oleh PT. HMBP. Di atas lahan ini, Warga Desa Penyang telah berjuang untuk mendapatkan haknya sejak tahun 2010 dan belum terjawab hingga saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan, namun respon dari PT. HMBP selalu memberikan tanggapan negatif terhadap Warga Desa Penyang. Puncak perjuangan warga Desa Penyang ini berujung pada peristiwa penangkapan dan penahanan dua orang warga Penyang oleh anggota Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah.(lfk)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Gambar tema oleh johnwoodcock. Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget