MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Articles by "Dokumen"

Oleh: Yani Kardono, S.H.

Bermula dari krisis moneter yang melanda Indonesia di awal bulan September 1997, dan semakin memburuk dengan terjadinya peristiwa kerusuhan Mei 1998, yang kemudian diikuti dengan mundurnya rezim otoriter dan sentralisme Soeharto akibat tekanan gelombang reformasi yang dimotori kalangan muda dan mahasiswa; serta menjelang Pemilu 1999, telah mendorong beberapa aktivis dan Lembaga Penelitian Unika Atma Jaya untuk menyelenggarakan Sarasehan Nasional “Keterlibatan Umat Katolik Dalam Kehidupan Sosial Politik – Visi, Tantangan, Kemungkinan”, pada tangga 14 – 15 Agustus 1998 di Unika Atma Jaya dan Hotel Peninsula, Jakarta.

Foto: setnasfmki.net
Sarasehan Nasional tersebut dihadiri peserta sekitar 400 orang mewakili unsur keuskupan seluruh Indonesia, organisasi massa/ kemasyarakatan (Ormas) Katolik, Kelompok Kategorial, LSM, dan beberapa tokoh senior Katolik, diantaranya Frans Seda, Cosmas Batubara, Harry Tjan Silalahi, Jacob Oetama, B.S. Mulyana, Thomas Suyatno dan lain-lain termasuk rohaniwan seperti Romo Magnis Suseno SJ, Mgr. M.D. Situmorang OFM Cap., Romo JB. Mangunwijaya Pr (Alm).

Sarasehan Nasional tersebut bersepakat untuk tidak mendirikan Partai Politik berlabel Katolik, tetapi kemudian melahirkan Deklarasi Umat Katolik Indonesia yang bertitik tolak dari semangat reformasi dan transformasi bangsa Indonesia untuk mewujudkan negara Indonesia masa depan yang benar-benar demokratis dalam semua kehidupan masyarakat yang pluralistik, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan. Sebagai perwujudan iman, umat Katolik Indonesia merasa terpanggil untuk berperan menyelenggarakan tata kehidupan politik yang demokratis berdasarkan Pancasila.

Kemudian hasil kesepakatan Sarasehan Nasional tersebut diwujudkan dalam bentuk wadah yang diberi nama:” Forum Masyarakat Katolik Indonesia” atau disingkat “FMKI”

Visi dan Misi FMKI
Visi:
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, dan berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh rakyat Indonesia.

Misi:
Mengembangkan spiritualitas dan etika sosial Kristiani menuju kepada kehidupan politik ekonomi, sosial, dan budaya yang bermoral dan demokratis.

FMKI sebagai “RUMAH BERSAMA”
Bentuk FMKI sebagai wadah hanya merupakan forum komunikasi, informasi, pemberdayaan, advokasi dan sebagai jaringan kerja yang plurisentris. Dengan demikian FMKI bukanlah organisasi massa yang tunduk pada ketentuan pendaftaran di Kementrian (dahulu Departemen) Dalam Negeri dan tidak mempunyai anggota seperti layaknya ormas seperti PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia), ISKA (Ikatan Sarjana Katolik Indonesia), WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia), PK (Pemuda Katolik), maupun SDKI (Solidaritas Demokrasi Katolik Indonesia). FMKI justru berkeinginan untuk menjadi “Rumah Bersama” atau “Meeting Point” atau “simpul pertemuan bersama” berbagai ormas Katolik, kategorial, LSM, individual yang peduli dengan kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, khususnya ketika menghadapi persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang sangat mendasar, dan perlu dipecahkan dengan kekuatan bersama.

Sumber: setnasfmki.net

Oleh: Fidelis Harefa

Pada 30-31 Mei 1998 diselenggarakan Pertemuan Eksponen Umat Katolik Regio Jawa di Muntilan. Pertemuan tersebut menelorkan Deklarasi Muntilan “Membangun Indonesia Masa Depan”. Deklarasi Muntilan tersebut merekomendasikan didirikannnya Komite Nasional Umat Katolik Indonesia. Gagasan ini disambut positif oleh para tokoh dan umat Katolik Indonesia.

Pada 12-15 Agustus 1998 diselenggarakan Sarasehan di Jakarta mengenai “Keterlibatan Umat Katolik dalam Kehidupan Sosial Politik – Visi, Tantangan, Kemungkinan”. Sarasehan tersebut pada tgl. 15 Agustus 1998 mendeklarasikan Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI). Selanjutnya FMKI menyelenggarakan Pertemuan Nasional setiap tahun:

Pernas FMKI I di Yogyakarta, 28-30 Juli 2000.
Tema: “Peranan Awam Katolik dalam Gerakan Sosial Politik Menuju Masyarakat Indonesia Baru”.

Pernas FMKI II di Bali, 13-15 Juli 2001.
Tema “Menumbuhkan Otonomi Masyarakat Daerah dalam Kerangka Persatuan Bangsa”.

Pernas FMKI III di Palembang, 18-21 Juli 2002.
Tema: “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Memperkuat Negara Bangsa”, dengan sub-tema:

  • Meningkatkan partisipasi politik umat melalui penguatan komunitas basis
  • Meningkatkan kedewasaan bermasyarakat melalui kesadaran terhadap perbedaan agama dan bernegara.

Dalam Pernas tersebut FMKI mendesak Pemerintah untuk mencabut Dua SKB. FMKI menolak paradigma kehidupan politik yang hanya mementingkan golongan tertentu saja. Pelayanan publik harus bersifat adil untuk semua golongan masyarakat. Untuk itu, FMKI mendesak pemerintah mencabut SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional Tahun 1999 dan SKB Mendagri dan Menteri Agama No. 1 Tahun 1979 tentang Pendidikan Rumah Ibadah.

Konsorsium Sosialisasi Ajaran Sosial Gereja (FMKI Wil. Jawa Tengah dan DI Yogyakarta bersama dengan Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan KAS) menerbitkan buku “Sosialisasi ASG, Pergumulan Kesadaran Sosial Menuju Gereja yang Berkeadilan” (2002). Buku tersebut diterbitkan dalam rangka menjadikan bulan Agustus bulan Ajaran Sosial Gereja.

Sejak 2002 FMKI Jawa Tengah menggagas perlunya menggulirkan Gerakan Apresiasi Pancasila. Gerakan itu dipandang penting dalam menghadapi kondisi masyarakat yang alergi terhadap Pancasila, agar terpelihara ruang bersama yang disebut res publica yang punya dasar yang sama bagi seluruh warga bangsa ini. Gerakan ini diintegrasikan dalam Civic Education tahun 2003.

Pernas FMKI IV di Jakarta, 23-26 Oktober 2003.
Tema: “Kesadaran, Panggilan dan Keterlibatan Umat dalam Kehidupan Sosial Politik di Era Globalisasi”. Hadir 121 peserta mewakili spektrum umat Katolik Indonesia. Tema tersebut dibagi dalam sub-tema:

  1. Kerasulan Awam di Bidang Sosial Politik, Kelompok ini menghasilkan rumusan bahwa perlu menghadirkan Gereja agar ikut ambil bagian dalam keputusan untuk menentukan nasib bangsa, khususnya demi tujuan kesejahteraan umum, dan demi martabat manusia yang luhur.
  2. Pendidikan Kader dan Pendidikan Politik dalam Mewujudkan Civil Society, Kelompok ini menekankan pentingnya pelaksanaan kaderisasi secara terstruktur, sistematis, terukur, dan berkesinambungan. 
  3. Revitalisasi Wawasan Keadilan dalam Konteks Bhinneka Tunggal Ika untuk Mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Warga Bangsa.

Kelompok ini mengemukakan pandangan bahwa masalah wawasan kebangsaan merupakan masalah yang serius akibat globalisasi, ketidakadilan, fundamentalisme baik di bidang agama, ras, suku, dan etnis, yang mengarah pada disintegrasi bangsa. Kajian dari masing-masing kelompok ini diperkaya dengan masukan yang diberikan panelis: Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ, Rm. Is. Warno Binarja, SJ; dan Krissantono.

Pernas FMKI V di Makassar, 24-27 Agustus 2005.
engolah tema: “Pengembangan Komunitas Yang Mandiri dengan Memberdayakan Pluritas Budaya Nusantara Secara Adil”.

Pernas FMKI VI di Surabaya, 27-30 September 2007.
Menelaah keadaan bangsa, masyarakat, dan negara dewasa ini, menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Rasa prihatin terhadap penderitaan sebagian besar masyarakat, akibat kondisi kemiskinan dan pengangguran yang bersifat struktural yang semakin mengkhawatirkan. Kendati demikian tidak terlihat kesungguhan langkah-langkah penyelenggara negara dan kekuasaan pemerintahan untuk mengatasinya;
  2. Rasa muak terhadap praktek korupsi dan penyalah gunaan kekuasaan (abuse of power) yang semakin ekstensif dan intensif. Kendati ada langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan, namun diragukan kesungguhan untuk menuntaskan, diantaranya karena masih bersifat diskriminatif (tebang pilih);
  3. Kendati terlihat adanya kemajuan dalam kehidupan demokrasi menyangkut aspek sistem dan formalitas prosedural, namun jiwa, semangat batin, spiritualitas, dan budaya demokrasi ternyata semakin mengalami degradasi. Akibatnya demokratisasi politik ternyata tidak membawa manfaat bagi upaya mengatasi penderitaan rakyat di bidang sosial ekonomi, kesejahteraan rakyat, dan keadilan sosial;
  4. Neo-liberalisme yang beroperasi secara global, semakin mengancam eksistensi Negara-Bangsa, menghancurkan potensi masyarakat, baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal. Keadaan ini mengakibatkan keterpurukan di semua bidang kehidupan masyarakat. Sementara itu rambu-rambu konstitusional dan peraturan perundang-undangan tidak ampuh menghadapi penerobosan Neo-liberalisme. Apalagi Amandemen atas UUD 1945 (yang asli) menjadi UUD Baru (UUD 2002) justru memberikan peluang yang lebih leluasa bagi beroperasinya Neo-liberalisme.
  5. Dalam pada itu nilai-nilai dasar otentik, diantaranya: Negara-Bangsa (Nation-State), Pancasila, kebhinekaan / keanekaragaman (pluralitas) dalam persatuan dan kesatuan bangsa yang menghadapi gangguan dan ancaman. Sudah berlangsung perubahan jati diri Negara-Bangsa menjadi Negara-Agama, antara lain dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang di dasarkan pada syariah agama di sejumlah kabupaten / kota madya. Padahal nilai-nilai dasar otentik tersebut adalah hasil perenungan dan pergolakan batin yang mendalam dari para pendiri Republik (Founding Fathers) dalam masa perjuangan dan pergerakan kemerdekaan, dalam masa yang lama. Konflik antar kelompok yang bersifat sektorian, primodialisme, keyakinan agamis dan ideologis, pengelompokan politis serta kepincangan sosial-ekonomi memerlemah, bahkan mengancam persatuan dan kesatuan dan kesatuan bangsa. Sementara itu penyelenggara negara dan kekuasaaan pemerintahan, seolah-olah membiarkan faktor-faktor disintegratif tersebut terus beroperasi.


Melihat keadaan seperti dikemukakan di atas, ancaman terhadap eksistensi Negara-Bangsa hasil perjuangan kemerdekaan yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 dapat terjadi. Dalam kaitan ini, Forum Masyarakat Katolik Indonesia:

  1. Mendesak penyelenggara Negara dan kekuasaan pemerintahan untuk mengambil langkah-langkah terobosan mengatasi pengangguran dan kemiskinan struktural;
  2. Mendesak penyelenggara Negara mencegah dan memberantas korupsi secara konsisten dan konsekuen;
  3. Mendesak penyelenggara Negara menegah kecenderungan terjadinya pengaburan bahkan perubahan jati diri Negara-Bangsa, serta pengaburan nilai dasar dan penyimpangan implementasi Pancasila;
  4. Mendesak penyelenggara Negara, baik eksekutif, MPR, dan DPR untuk meninjau kembali rambu-rambu konstitusional dan peraturan perundang-undangan guna menghadapi arus Neo-liberalisme;
  5. Mengajak semua komponen bangsa dan semua komunitas dari berbagai latar belakang guna bekerja sama memelihara dan mempertahankan Negara-Bangsa, Pancasila, pluralitas dalam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengeliminasi faktor-faktor disintegratif bangsa;
  6. Mendesak partai-partai politik dan mengajak masyarakat menjadikan Pilkada sebagai sarana memperbaiki kehidupan rakyat, bukan sebagai transaksi bisnis dan pemburu kekuasaan. Mengkondisikan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2009, baik pemilu legislatif maupun pemilu Presiden/ Wakil Presiden menghasilkan penyelenggara negara (wakil-wakil rakyat dan pimpinan eksekutif) yang berwawasan kenegaraan dan mengabdi pada kepentingan rakyat. Surabaya, 29 September 2007


Pernas FMKI VII di Solo, 20-23 Agustus 2009.
Tema: “Penegasan Peran FMKI Sebagai Mitra Gereja Di Bidang Sosial Politik Kemasyarakatan”, dengan sub tema sbb.:

  1. Mengangkat Masa Depan Politik Islam di Indonesia Dr. Yudi Latief (Direktur Reform Institute Jakarta)
  2. Budaya Politik dan Peranan Umat Beragama dalam Kebhinekaan Bangsa Indonesia Prof. Dr. Azyumardi Azra (Direktur ProgramPascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta)
  3. Perkembangan Politik Indonesia di Tengah Globalisasi Politik Dunia Dr. J. Kristiadi (Peniliti di CSIS Jakarta)
  4. Peranan Umat Katolik dan FMKI dalam Memperbarui Politik Kebangsaan Indonesia Dr. Daniel Dhakidae (Mantan Litbang Harian KOMPAS Jakarta)
  5. Ke-Katolikan dan Ke-Indonesiaan ajaran/tuntunan Mgr. Sugiyopranoto Dr. G. Subanar, SJ (Dosen di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
  6. Kelahiran FMKI Sebagai Proses Pendewasaan Kerasulan Awam (Kerawam) Menjadi Mitra Hirarki Gereja dalam Menghadapi Tantangan Zaman Mgr. Dr. Johannes Pujasumarta (Uskup Bandung

Pernas FMKI VIII di Manado 27-30 Oktober 2011.
“FMKI menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi kebangsaan Indonesia, khususnya nilai-nilai eksistensi kebhinekaan yang mulai luntur di tengah masyarakat".

Pernas FMKI IX di Medan, Mei 2015.
Pembahasan lebih lanjut tentang Hasil Pernas FMKI VIII di Manado.

Pernas FMKI X di Cibubur, 25-27 November 2016.
Tema: "Membangun Habitus Anti Korupsi demi Keberlanjutan dan Kemajuan Peradaban Bangsa Indonesia".



SUSUNANPANITIA PENYELENGGARA
LOMBA PADUAN SUARA GEREJANI KATOLIK
TAHUN 2016


Pelindung 
Mgr. DR. Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF

Penasehat
Rm. Silvanus Subandi, Pr, Lic.Mis
Rm. DR. I Ketut Adi Hardana, MSF
Drs. Wilhelmus Y. Ndoa, M.Pd
Dr. Marsel Selamat, SH. MH
Dr. F.X. Manesa, M.Pd
Dr. Susilo Yustinus, SH.MH.
AKBP. Jukiman Situmorang, S.Ik
Sigit K. Yunianto, SH

Ketua
Eddy Dwi Suharsono
Wakil  Ketua
Dr. Pendi Sinulingga, M.Pd
Sekretaris
Fidelis Harefa, S.H.
Wakil  Sekretaris
Eleonora GandesaPutri
Bendahara
 Ekonom Kesukupan
Wakil    Bendahara
Dra. Anna Seltina

SEKSI-SEKSI

I. SEKRETARIAT
Koordinator         : Fidelis Harefa, S.H.
Anggota               : Eleonora Gandesa Putri
                            : Agustinus Sutanto
                            : Christina Reni
                            : Wiwiek Handayani
                            : Alalanda Ludus Saingan

II. SEKSI LOMBA       
Ketua                   : Fredericus Sukadiman, S.Pd
Anggota                : Rm. Antonius Garinsingan, MSF
                             : Rm. Gabriel Ama Maing, MSF
                             : Emanuel Milo Wawo
                             : Ivoni Christiana, S.Pi, M.Si.
                             : Yosephine Puji Setyarini, S.Pd.
                             : Yustinus Gunihardi, SE.M.Si

III. SEKSI ACARA       
Koordinator         : Dr. Marselinus Heriteluna, S.Kp. MA
 Anggota              : Isti Prihatini, M.Pd
                            : Dra. Mariane Tinse, M.Pd
                            : Maya Asiati Soeta

IV. SEKSI PERLENGKAPAN
Ketua                  : Drs. Aston Pakpahan, M.M.
Anggota              : Bambang Wiguno, SP
                           : drh. Alex Uria Atmadja
                           : Tadius M. Sugeng, S.Ag.
                           : Jonson Gultom, S.Pd
                           : Yohanes Makmur Halim
                           : Budiono
                           : Antonius

V. SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI
Ketua                 : Yulianus Dani Nahar, SP
Anggota              : Rm. Ign. AwanWidodo, Pr
                          : Djonet, S.Pi
                          : Vincensius Godha Lengu, S.Sos
                          : Benyamin Tunti, S.Fil
                          : Wilson Wijoyo, SP. M.M.
                          : Laurus Yuserto, S.Pd

VI. SEKSI KONSUMSI
Koordinator        : Rusiani Halim
Anggota              : Kristina Misno
                           : Sherly
                           : Lingga
                           : Theresia Asela
                           : Remula Ratnati
                           : Ny. Wihayadi
                           : Eligia Rahael
                           : Ny. Hartono

VII. SEKSI LITURGI
Koordinator        : Sr. Dina, SND
Anggota              : Sr. Marselina, SND
                           : Rm.Andreas Novem, O.Carm
                           : Sr. Agnes, SSpS
                           : Sr. Felisia, MC
                           : Yakobus Dapa Toda, S.S.
                           : Nelly, S.Ag
                           : Henny Every, S.Ag

VIII. SEKSI KEAMANAN
Koordinator       : Martin Dapa Wunga
Anggota             : Sepiyanto
                         : Affuru Wirangga Saingan, SH
                         : Dany Yuserto
                         : Budi Daya
                         : Yosef Barus, S.Pd
                         : Keamanan Gereja Katedral
                         : KOMKA

IX. SEKSI KEBERSIHAN
Koordinator     : Hartono
Anggota           : Budiyanto
                       : Matheaus Levi Sri Wahyudi
                       : Raymundus, SH
                       : Nando
                       : Indra Cahya, ST

X. SEKSI HUMAS
Koordinator    : Rina Hakso
Anggota          : Yustinus Soewardi, SH
                       : F.A. Endro Suryanto, M.Or
                       : Albertus Purwaka, M.Hum
                       : Yeremias Ragam, S.Pd

XI. SEKSI KESEHATAN
Koordinator     : dr. Theodorus Atmadja
Anggota           : dr. Herry
                       : dr. Ririn
                       : dr. Bintang
                       : dr. Ari
                       : Yani
                       : Rosma Ginting
                      : Yuliana Injuk
                      : Maria Adelheid Ensia

XII. SEKSI TRANSPORTASI
Koordinator   : Yosef Artono, SE
Anggota         : Agustinus Primayudi
                     : F.X. Sutiyono
                     : Bernadus Kaldja, ST, M.Si
                     : Epatrianus
                     : Andaro Fransiando Saingan, SE
                     : Stefanus Dh. Mangu
                     : Gregorius Doni
                     : Yohanes Cangking

XIII. SEKSI AKOMODASI
Koordinator   : Yosef Maria Sahdan Ruslan
Anggota         : Br. Antonius Tukan, SVD
                      : Frans Martinus
                      : Benny Susanto, S.Pd
                      : Yohanes Darmadji, S.Pd
                      : Maria Emanuela Dara, S.Ag
                      : Milawati, S.Pd


LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN
USKUP PALANGKARAYA
NOMOR: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015

T e n t a n g

PEMBENTUKAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS LEMBAGA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PESPARANI KATOLIK (LP3K)
KEUSKUPAN PALANGKA RAYA, PROVINSIKALIMANTAN TENGAH
PERIODE 2015-2021

PELINDUNG

Gubernur Kalteng
Wakil Gubernur Kalteng
Sekretaris Daerah Kalteng
Kakanwil Kementerian Agama Kalteng

PENASEHAT

Uskup Diosis Palangka Raya
Vikjen Keuskupan Palangka Raya
Sekretaris Keuskupan Palangka Raya
Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Palangka Raya
Dr. Josef Dudi, M.Si
S. Luten Sandam, SH
Blasius Anom Suharno

PENGURUS HARIAN
 
Ketua
Dr. FX. Manesa, M.Pd

Wakil I
RD. Awan Widodo

Wakil II
Drs. Wilhelmus Yohanes Ndoa, M.Pd

Sekretaris
Fidelis Harefa

Wakil Sekretaris
Stefanus Dh. Mangu

Bendahara
Ekonom Keuskupan

Wakil Bendahara
Dra. Anna Seltina


BIDANG-BIDANG

I. ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN
Ketua            : Emanuel Milo Wawo
Anggota        : Julius Inggrit Parlindungan Situngkir, SH
                     : Agus Primayudi S.SIT
                     : Dr. Pendi Sinulingga, M.Pd
                     : Dr. Stefanus, S.Hut. MP.

II. PEMBINAAN DAN PELATIHAN
Ketua            : Dr. Marsel Selamat, SH.MH.
Anggota        : Henny Every, S.Ag
                     : FX. Suryo Sulistianto, BA
                     : Nico Seran, S.Fil
                     : Inocentius Celinoty Kondamaru, SH.MH.

III. PERLOMBAAN
Ketua            : Fredericus Sukadiman, S.Pd
Anggota        : Ivoni Christiana, S.Pi, M.Si.
                     : Yosephine Puji Setyarini, S.Pd.
                     : Eddy Dwi Suharsono
                     : Yustinus Gunihardi, SE.M.Si

IV. USAHA DANA
Ketua            : Dominikus Dwi Patma Susanto, SE.
Anggota        : Sigit K. Yunianto, SH.
                     : Yustinus Soewardi, SH.
                     : Raden Yulius Winata
                     : Indra Cahya, ST.
                     : Frans Martinus

V. PERLENGKAPAN
Ketua            : Drs. Aston Pakpahan, M.M.
Anggota        : BambangWiguno, SP
                     : Tadius M. Sugeng, S.Ag.
                     : Jonson Gultom, S.Pd
                     : Yohanes Makmur Halim

VI. INFORMASI, KOMUNIKASI DAN SOSIALISASI
Ketua            : Yulianus Dani Nahar, SP
Anggota        : Dr. Marselinus Heriteluna, S.Kp. MA
                     : Isti Prihatini, M.Pd
                     : Vincensius GodaLengu, S.Sos
                     : Benyamin Tunti, S.Fil
                     : Wilson Wijoyo, SP. M.M.


Palangka Raya, 1 April 2015

Mgr.Dr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF
Uskup Keuskupan  Palangka Raya



SURAT KEPUTUSAN 
USKUP PALANGKARAYA
NOMOR: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015

T e n t a n g

PEMBENTUKAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS LEMBAGA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PESPARANI KATOLIK (LP3K)
KEUSKUPAN PALANGKA RAYA, PROVINSIKALIMANTAN TENGAH
PERIODE 2015-2021

USKUP PALANGKARAYA

Menimbang:
  • bahwa Pembinaan, Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi perlu untuk secara terus menerus dilaksanakan dalam kehidupan menggereja;
  • bahwa umat berhak mendapatkan pelayanan Liturgi yang baik dari pihak Gereja;
  • diperlukan kehadiran suatu Lembaga yang secara khusus bertugas untuk mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi Grejawi;
  • bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksudkan dalam huruf a, b, dan c perlu ditetapkan dengan Keputusan Uskup Palangka Raya. 
Mengingat:
  1. Kitab Hukum Kanonik, Kan. 834-1253
  2. Sacrosanctum Concilium112, 14, 48
  3. Vademecum Keuskupan Palangka Raya: III/B. No. 9
Memperhatikan:
  1. Hasil Rapat Para Pastor, tgl 23-27 Februari 2015 tentang perlunya pembentukan Lembaga yang secara khusus bertugs mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi dalam wilayah Gerejawi, Keuskupan Palangka Raya;
  2. Hasil Keputusan Musyawarah Daerah Umat Katolik se-Keuskupan Palangka Raya, tanggal 5-7 Maret 2015 tentang pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Keuskupan Palangka Raya.
MEMUTUSKAN

Menetapkan:   

Pengangkatan Pengurus LP3K Keuskupan Palangka Raya Periode 2015-2021;
  1. Susunan dan nama-nama pengurus LP3K Keuskupan Palangka Raya sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
  2. Pengurus LP3K bertanggung jawab mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi Grejawi. 
  3. Apabila dikemudian hari terjadi kesalahan/kekeliruan dalam Penetapan Surat Keputusan ini, akan ditinjau kembali dan diperbaiki sebagaimana mestinya;
  4. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021.

DITETAPKAN DI : PALANGKARAYA
PADA TANGGAL :  1 April 2015


Mgr. Dr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF  
                Uskup Keuskupan Palangka Raya


ANGGARAN DASAR
FORUM MASYARAKAT KATOLIK INDONESIA

BAB I
NAMA, TEMPAT, KEDUDUKAN, SIFAT DAN WAKTU
Pasal  1

(1) Forum bernama : Forum Masyarakat Katolik Indonesia yang disingkat dengan  sebutan  FMKI
(2) Berkedudukan di Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Palangka Raya
(3) Bersifat otonom dan mandiri yang merupakan mitra kerja Keuskupan Palangka Raya
(4) Adapun yang dimaksud dengan bersifat otonom dan mandiri dengan tetap melakukan koordinasi dengan Keuskupan Palangka Raya dan Sekretaris Nasional FMKI Keuskupan Agung Jakarta
(5) Dalam kiprahnya tetap memperhatikan saran dan pendapat hirarki
(6) Dibentuk untuk jangka waktu yang tidak ditentukan

BAB II
AZAS, MAKSUD, FUNGSI DAN TUJUAN
Pasal 2

(1) FMKI berdasarkan pada ;
a. Pancasila
b. Undang Undang Dasar 1945
c. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
d. Bhinneka Tunggal Ika
e. Nilai-nilai Kekatolikan

Pasal 3
(1) Adapun maksud tujuan mendirikan FMKI adalah sebagai wadah forum komunikasi, informasi, pemberdayaan, advokasi, pengkajian, diskusi, dan  menganalisa berbagai permasalahan aktual
(2) Dengan semangat selalu mengembangkan, menjunjung tinggi spiritualitas, etika sosial kristiani dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya yang bermoral dan demokratis

Pasal 4
FMKI berfungsi juga  sebagai ;
(1) Wadah berhimpun umat katolik tanpa membedakan status sosial
(2) Wadah berhimpun ormas katolik yang ada
(3) Sebagai mitra kerja Dewan Paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya dalam pembahasan dan pengkajian kehidupan social kemasyarakatan dalam konteks berbangsa dan bernegara

Pasal 5
FMKI dibentuk  bertujuan sebagai :
(1) Tempat menyatukan pendapat atau kesamaan persepsi umat katolik  dalam menyikapi suatu permasalahan dari sudut pandang kekatolikan
(2) Tempat menyatukan pendapat atau  persepsi diantara organisasi kemasyaratan (ormas -ormas) katolik
(3) Tempat melakukan forum diskusi, pengkajian dan mediasi  dalam setiap permasalan yang dihadapi gereja, umat katolik
(4) Sebagai fasilitator terhadap penyelesaian sengketa  antara umat katolik dengan masyarakat luar, pemerintah, ormas-ormas, perusahaan
(5) Melakukan kajian kajian terhadap kebijakan pemerintah, perusahaan  dan merekomendasikan hasil kesimpulan kajian kepada yang membutuhkan
(6) Adapun yang dimaksud dengan kebijakan dalam ayat  (5) lima adalah segala  keputusan, peraturan perundang undangan, penetapan arel kehutanan, perkebunan, pertambangan yang tidak melibatkan peran serta masyarakat dll
(7) Untuk mewujudkan masyarakat katolik yang selalu menjunjung tinggi martabat manusia, demokratis, berkepastian hukum dalam kehidupan masyarakat yang pluralistik, adil, damai dan sejahtera berdasarkan Pancasila
(8) Sumber informasi dan jaringan pekerjaan bagi dunia luar untuk memberi kesempatan berusaha bagi perorangan atau badan
(9) Berperan aktif memberikan bimbingan dan bantuan pembentukan organisasi berbasis katolik
                                 
Pasal 6
FMKI beranggotakan seluruh umat katolik yang berada di wilayah Keuskupan Palangka Raya propinsi Kalimantan tengah.

BAB III
KEGIATAN- KEGIATAN

Pasal 7

Guna mewujudkan yang menjadi maksud dan tujuan maka di pandang perlu melakukan kegiatan antara lain ;
(1)  Seminar, kajian dan forum diskusi
(2)  Pendidikan dan pelatihan yang berlandaskan ajaran katolik dan I. J. Kasimo dan menjadi dasar kepemimpinan
(3)  Advokasi terhadap umat atas permasalahan  yang muncul di masyarakat
(4) Penghubung dengan pemerintah, ormas, tokoh masyarakat dan perusahaan
(5) Kajian terhadap kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan nilai kemanusiaan
(6) Dalam melakukan seminar, kajian dan forum diskusi selalu mempersiapkan pemakalah, pemeteri dan pembanding
(7) Hubungan kemasyarakatan dengan masyarakat umum tentang keberadaan FMKI dan mensosialisasikan setiap keputusan untuk menghindari terjadinya miskomunikasi di tengah masyarakat
(8)  Dalam setiap melakukan kegiatan, mengedepankan perilaku sopan santun   yang mencerminkan nilai nilai kekatolikan baik dalam berbicara, bertindak dan dalam bentuk opini/tulisan ilmiah
(9)  Guna lebih fokusnya program kerja FMKI maka dipandang perlu menyusun Visi dan Misi sebagai dasar perjuangan

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI,LAMBANG DAN CAP

Pasal 8
(1) Dalam menjalankan  kegiatan  diperlukan sebuah kepengurusan, demi jalannya roda organisasi
 (2) Dalam struktur organisasi dibentuk sampai ketingkat bawah
(3)Dalam pembentukan struktur sampai tingkat bawah dapat dilakukan berdasarkan  struktur pemerintahan atau gereja.

Pasal 9
Logo FMKI Palangka Raya
FMKI memiliki lambang dan logo sebagai sumber kebesaran dan kebanggaan yang dijabarkan sebagai berikut:
(1) Forum Masyarakat Katolik Indonesia yang didelekrasikan di Jakarta pada tahun 1998 dengan ketentuan FMKI bukan organisasi massal. Penting sebagai forum di mana segala aliran yang ada dalam umat katolik dapat saling berkomunikasi tentang peranan mereka dalam dimensi public di Negara kita. FMKI tidak berwenang untuk menentukan sikap umat katolik, melainkan ia merupakan tempat pemikiran bersama untuk melihat alternative-alternatif dan kalau mungkin, menunjukkan arah. FMKI tidak menyaingi hirarki karena tidak berwenang atas ajaran Gereja, baik dalam bidang iman maupun dalam bidang moral. Akan tetapi, FMKI menjadi mitra KWI dan bekerjasama erat dengannya. Gagasan FMKI termasuk agenda sebuah reformasi kehidupan umat katolik Indonesia juga.
(2) Palangka Raya: Wilayah Gereja Lokal Keuskupan Palangka Raya. FMKI yang ada di Wilayah Keuskupan Palangka Raya merupakan mitra KWI wilayah di Palangka Raya.
(3) Rumah Betang: Bangunan untuk tempat tinggal yang dihuni oleh keluarga besar. Meskipun mereka berbeda-beda keyakinan, mereka tetap saling menghargai. Dalam rumah betang, persamaan derajat sangat ditekankan.
(4) Balanai (Guci): Tempat Karuhei Tatau (Sumber Kehidupan) karena dari sana terdapat: Sumber Danum Pambelum (air kehidupan); Sumber Tuah Rajaki (kesejahteraan); Sumber Kapintar Kaharati (Cerdas dan berbudi pekerti); Sumber Karigas (kesehatan); Sumber budaya (etika, adat istiadat).
(5) Salib: Tanda keselamatan (tanda kemenangan) bagi Umat yang percaya kepada Kristus. Dalam hal ini menggambarkan keyakinan dan kepercayaan umat Katolik.
(6) Batang Garing: Simbol kesuburan dalam usaha perkebunan/pertanian. Dengan kesuburan, orang-orang yang hidup di tanah yang subur akan sejahtera.
(7) Burung Tingang: Melambangkan kekuatan pewartaan yang mampu menyuarakan eksistensi dan elektabilitas Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) ke masyarakat luas.
(8) Padi dan Kapas: Melambangkan keadilan yang merata.
(9) Lingkaran: Melambangkan persatuan dan kesatuan Masyarakat Katolik Indonesia.

Pasal 10
FMKI juga memiliki cap sebagai legalitas administrasi dan surat menyurat organisasi

Pasal 11
(1) FMKI  dalam melakukan aktifitasnya juga memiliki sistim keuangan organisasi yang jelas, transparan, dan akuntabilitas
(2) Setiap dana yang diperoleh atau yang diterima wajib dipertanggung jawabkan setiap tahun melalui pengurus setiap tahun buku
(3) FMKI adalah organisasi Nirlaba.

BAB V
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 12
Dalam melakukan perubahan Anggaran Dasar dilakukan melalui rapat yang dihadiri anggota, utusan, pengurus, penasehat, pembina dan moderator  dengan mekanisme yang telah disepakati dalam rapat

Pasal 13
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan diatur lebih lanjut dalam rapat penggurus

ANGGARAN RUMAH TANGGA
FORUM MASAYARAKAT KATOLIK INDONESIA KEUSKUPAN PALANGKA RAYA

BAB I
STRUKTUR ORGANISASI DAN SYARAT PENGGURUS

Pasal 1

(1) Struktur organisasi FMKI terdiri dari yaitu
A. Penasehat
B. Penggurus terdiri dari :
a. Ketua dan beberapa wakil ketua
b. Seketaris dn wakil sekeretaris
c. Bendara dan wakil bendahara
d. Bidang- bidang : - Bidang Advokasi
- Bidang Organisasi
- Bidang Pengembangan Sumber Daya Maniusia
- Bidang Humas dan Edukasi
(2) Dalam  pembentukan struktur kepengurusan selalu memperhatikan efektip dan efisien dengan semangat hemat struktur kaya fungsi dengan memperhatikan keterwakilan Perempuan
(3) Struktur kepengurusan untuk keuskupan Palangka Raya Propinsi Kalimantan Tengah dibuat dalam Surat Keputusan hirarki
(4) Surat keputusan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) tiga dalam hal ini adalah sebagai kelengkapan administrasi.
(5) Untuk surat keputusan kepengurusan di bawahnya dibuat atau ditetapkan dengan  surat keputusan FMKI Keuskupan Palangka Raya Kalimantan tengah.
Pasal 2
(1) Adapun persyaratan untuk dapat dipilih menjadi pengurus adalah umat katolik .
(2) Telah berkeluarga dan kecuali untuk kalangan missioner.
(3) Dengan memiliki semangat organisasi untuk kemajuan FMKI.
(4) Dalam Pemilihan pengurus dilakukan  dalam rapat terbuka.
(5) Masa kepengurusan FMKI selama (3) tiga tahun.
(6) Apabila dalam masa kepengurusan ada pengurus mengundurkan diri atau berhalangan tetap dapat diganti melalui rapat pengurus dengan penashat.
                                   

BAB II
KEANGGOTAAN DAN KEGIATAN

Pasal 3
(1) Anggota FMKI adalah semua umat katolik yang berada di Kalimantan tengah yang telah berusia minimal 18 tahun.
(2) Setiap Anggota harus memahami makna perjuangan FMKI terutama nilai-nilai kekatolikan.

Pasal 4
Dalam setiap pelaksanaan kegiatan selalu berorientasi dalam pemberdayaan, pemahaman dengan   melakukan pendidikan dan tidak bersifat profokatif atau sejenisnya dan selalu menjujung tinggi  nilai nilai semangat kekatolikan

Pasal 5
Keuangan FMKI bersumber dari :
(1)Iuran anggota dan Pengurus
(2)Sumbangan dari donatur
(3)dan dari beberapa simpatisan dan pemerintah yang tidak mengikat

Pasal 6
Dalam segala keputusan rapat selalu mengutamakan masyawarah untuk mupakat tetapi apabila hal itu tidak dapat dicapai dapat dilakukan dengan suara terbanyak

Pasal 7 
Rapat pengurus
1. Rapat pengurus  dipimpin oleh ketua dan atau salah satu pengurus sesuai dengan kesepakatan
2. Rapat pengurus sekurang-kurangnya  sekali dalam satu sebulan dan dapat diadakan sewaktu-waktu menurut kebutuhan 
3. Rapat pengurus sah mengambil keputusan apabila dihadiri olehsetengah plus satu jumlah pengurus dan disetujui  2/3 pengurus yang hadir

Pasal 8
Laporan keuangan
1. Pengurus membuat laporan keuangan sekali dalam setahun dan sewaktu-waktu jika diperlukan.
2. Laporan keuangan disampaikan kepada Forum dan tembusan disampaikan kepada Keuskupan melaui Moderator

Pasal 9
Masa pengurusan
1. Periode kepengurusan adalah 3 tahun dan dapat dipilih kembali
2. Kepengurusan ditetapkan melalui surat keputusan Uskup Keuskupan Palangka Raya.


Oleh: Fidelis Harefa

FMKI memiliki lambang dan logo sebagai sumber kebesaran dan kebanggaan yang dijabarkan sebagai berikut:

Forum Masyarakat Katolik Indonesia yang didelekrasikan di Jakarta pada tahun 1998 dengan ketentuan FMKI bukan organisasi massal. Penting sebagai forum di mana segala aliran yang ada dalam umat katolik dapat saling berkomunikasi tentang peranan mereka dalam dimensi public di Negara kita. FMKI tidak berwenang untuk menentukan sikap umat katolik, melainkan ia merupakan tempat pemikiran bersama untuk melihat alternative-alternatif dan kalau mungkin, menunjukkan arah. FMKI tidak menyaingi hirarki karena tidak berwenang atas ajaran Gereja, baik dalam bidang iman maupun dalam bidang moral. Akan tetapi, FMKI menjadi mitra KWI dan bekerjasama erat dengannya. Gagasan FMKI termasuk agenda sebuah reformasi kehidupan umat katolik Indonesia juga.

Palangka Raya: Wilayah Gereja Lokal Keuskupan Palangka Raya. FMKI yang ada di Wilayah Keuskupan Palangka Raya merupakan mitra KWI wilayah di Palangka Raya.

Rumah Betang: Bangunan untuk tempat tinggal yang dihuni oleh keluarga besar. Meskipun mereka berbeda-beda keyakinan, mereka tetap saling menghargai. Dalam rumah betang, persamaan derajat sangat ditekankan.

Balanai (Guci): Tempat Karuhei Tatau (Sumber Kehidupan) karena dari sana terdapat: Sumber Danum Pambelum (air kehidupan); Sumber Tuah Rajaki (kesejahteraan); Sumber Kapintar Kaharati (Cerdas dan berbudi pekerti); Sumber Karigas (kesehatan); Sumber budaya (etika, adat istiadat).

Salib: Tanda keselamatan (tanda kemenangan) bagi Umat yang percaya kepada Kristus. Dalam hal ini menggambarkan keyakinan dan kepercayaan umat Katolik.

Batang Garing: Simbol kesuburan dalam usaha perkebunan/pertanian. Dengan kesuburan, orang-orang yang hidup di tanah yang subur akan sejahtera.

Burung Tingang: Melambangkan kekuatan pewartaan yang mampu menyuarakan eksistensi dan elektabilitas Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) ke masyarakat luas.

Padi dan Kapas: Melambangkan keadilan yang merata.

Lingkaran: Melambangkan persatuan dan kesatuan Masyarakat Katolik Indonesia.


Logo FMKI Keuskupan Palangka Raya di atas akan dicetak menjadi logo pada Kop Surat Resmi FMKI Keuskupan Palangka Raya dan menjadi Cap FMKI Keuskupan Palangka Raya.

Oleh: Fidelis Harefa

Minggu, 19 Oktober 2014, Uskup Palangka Raya Mgr. Aloysius M Sutrisnaatmaka MSF melantik Pengurus FMKI Keuskupan Palangka Raya masa bakti 2014-2017 di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya. Pelantikan pengurus FMKI Kalteng dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi hari Minggu, disaksikan oleh seluruh umat.

Dalam khotbahnya, Uskup Palangka Raya menyampaikan bahwa FMKI merupakan corong untuk menyuarakan suara umat Katolik Indonesia pada umumnya dan umat Katolik Kalimantan Tengah pada khususnya. Untuk itu, diharapkan agar FMKI selalu membuka diri, baik untuk interen umat Katolik itu sendiri maupun agama yang lainnya.

Pengurus FMKI yang dilantik adalah pengurus berdasarkan SK Uskup Palangka Raya Nomor: 81/SK/USKUP/FMKI/PKY/X/2014 sebagai berikut:

Pembina P. Dr. Timotius I Ketut Adihardana, MSF

Penasehat:
Napa J. Awat, S.U.
Martoyo, S.E.
Dr. Yosef Dudi, M.Si.
Dr. Drs. Marsel Selamat, S.H, M.H.

Pengurus:
Drs. Yudinantir, M.Si. (Ketua)
Walden M. Sihaloho, S.H, M.H. (Wakil Ketua)
Fidelis Harefa, S.H. (Sekretaris I)
Eleonora Gandesa Putri, S.T. (Sekretaris II)
Frans Martinus (Bendahara)

Bidang-Bidang:

Julius I.P. Situngkir, S.H. (Koordinator Bid. Advokasi)
Inocentius Celinoty Kondamaru, S.H, M.H. (Anggota)

Yohanes Wibowo, S.E. (Koordinator Bid. Organisasi)
Drh. Alex Uria Atmadja (Anggota)

Drs. Wilhlemus Y. Ndoa, M.Pd. (Koordinator Bid. Humas dan Edukasi)
Yakobus Dapa Toda, S.S. (Anggota)
Drs. Aston Pakpahan, M.M. (Anggota)

Cory Pramita Sartianan, S.H. (Koordinator Bid. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia).

Oleh: Fidelis Harefa

Sabtu,  27 Juli 2013, bertempat di Aula Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, dilaksanakan rapat pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) Keuskupan Palangka Raya, Rapat tersebut dihadiri oleh P. Timotius I Ketut Adihardana, MSF dan beberapa tokoh Gereja Katolik Keuskupan Palangka Raya. Rapat tersebut menghasilkan keputusan-keputusan sebagai berikut:

1. Membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Katolik Indonesia Keuskupan Palangka Raya yang berkedudukan di Palangka Raya.
2. Memilih Pengurus untuk pertama kalinya dengan struktur kepengurusan sebagai berikut:

Pembina : P. Dr. Timotius I Ketut Adihardana, MSF

Penasehat:
Napa J. Awat, S.U.
Martoyo, S.E.
Dr. Yosef Dudi, M.Si.
Dr. Drs. Marsel Selamat, S.H, M.H.

Pengurus:
Drs. Yudinantir, M.Si. (Ketua)
Walden M. Sihaloho, S.H, M.H. (Wakil Ketua)
Fidelis Harefa (Sekretaris I)
Eleonora Gandesa Putri, S.T. (Sekretaris II)
Frans Martinus (Bendahara)

Bidang-Bidang:

Julius I.P. Situngkir, S.H. (Koordinator Bid. Advokasi)
Inocentius Celinoty Kondamaru, S.H, M.H. (Anggota)

Yohanes Wibowo, S.E. (Koordinator Bid. Organisasi)
Drh. Alex Uria Atmadja (Anggota)

Drs. Wilhlemus Y. Ndoa, M.Pd. (Koordinator Bid. Humas dan Edukasi)
Yakobus Dapa Toda, S.S. (Anggota)
Drs. Aston Pakpahan, M.M. (Anggota)

Cory Pramita Sartianan, S.H. (Koordinator Bid. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia).

3. Memberikan kuasa kepada Ketua terpilih untuk menyampaikan keputusan rapat pembentukan FMKI kepada Bapa Uskup Keuskupan Palangka Raya.
4. Memberikan kuasa kepada Ketua terpilih untuk datang dan menghadap di hadapan Notaris membuat akta pendirian FMKI.
5. Memberi kuasa kepada Ketua terpilih untuk mendaftarkan FMKI pada instansi pemerintah yang berwenang.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget