MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Articles by "Gema OMK"

Foto: Nickjer S. Pasaribu
Palangka Raya, KAIROS.OR.ID - Camping Rohani Orang Muda Katolik (OMK) St. Ursulla, Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya akhirnya terlaksana. Kegiatan yang ditunggu-tunggu OMK ini dilaksanakan pada tanggal 8 November s.d. 10 November 2013 di Pantai Batakan, Pelaihari Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi OMK untuk merangkai dan mengukir prestasi di masa depan dengan rancangan-rancangan yang sangat inovatif, energik dan kreatif.

Konferensi dipimpin oleh Rm. Domi, SVD
Kegiatan yang dilaksanakan di lokasi dekat dengan pantai, dikelilingi oleh pegunungan dan alam yang belum terjamah perusak lingkungan ini mengetengahkan tema: "Aku Katolik, Aku Indonesia" dan sub tema "Tumbuhkan semangat OMK dalam membangun Komunitas, Gereja dan Masyarakat.  Romo Domi, SVD, sebagai pendamping OMK dalam kegiatan ini mengatakan: "Orang Muda Katolik kedepannya diharapkan lebih percaya diri untuk bisa berperan aktif dalam kehidupan meng-Gereja, bergelut dalam Komunitas dan mengaplikasikannya di tengah kehidupan bermasyarakat, terutama melalui kegiatan ini, perhatian OMK terhadap lingkungan semakin besar. Keprihatinan OMK tidak cukup hanya dalam lingkup Gereja, tetapi juga harus terlibat di luar Gereja. Kiranya, perhatian kepada lingkungan hidup, yang nasibnya semakin hari makin memprihatinkan  mendapat tempat khusus dalam hati OMK".

Rekreasi Terpimpin di alam terbuka
Kegiatan Camping Rohani kali ini memberi banyak manfaat bagi OMK. Kegiatan-kegiatan dirancang begitu menarik dalam bentuk Konferensi tentang materi “Gerakan dan Gebrakan OMK", Out Bond , Sharing dan Diskusi Kelompok, Pentas Seni, Aksi Sosial dengan tema “OMK Cinta Bumi". Selain itu, OMK juga mendapatkan kesegaran melalui permainan dan rekreasi terpimpin. OMK menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dengan menggelar kegiatan membersihkan sampah di sekitar lokasi camping.

Kegiatan rekreasi terpimpin ini diakhir dengan penetapan 3 calon Ketua KOMKA Periode 2013/2015, yakni, Aga Tho, Michael Octavianus dan Alalanda Ludus Saingan. Ketiga calon ini memiliki suara yang cukup berimbang. Namun perjuangan para kandidat ini, tidak hanya sampai disini, setelah Kegiatan Camping Rohani, ketiga calon ini akan berusaha memperkenalkan visi misinya dengan menjaring dan mengumpulkan OMK sebanyak mereka bisa dalam suatu kegiatan sederhana namun mengesankan. Kesempatan ini merupakan proses promosi diri, atau kampanye ala CALEG dan hanya diberikan waktu selama 3 minggu. Minggu keempat setelah proses ini selesai, pemilihan ketua akan dilaksanakan. Acara ini direncanakan pada tanggal 07 desember 2013.

Perayaan Ekaristi
Seluruh kegiatan Camping Rohani ditutup dengan sebuah Misa Perutusan. Perayaan Ekaristi ini merupakan penyimpul pesan dan menjadi wejangan bagi OMK untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. OMK tidak akan berhasil kalau mengandalkan kekuatannya sendiri. OMK hanya bisa berhasil bila selalu jalan bersama Yesus, sumber semangat dan kreasi. Dan tentu saja, selain bersandar pada Yesus, OMK juga mengharapkan dukungan terus-menerus dari Gereja dan orang tua. **Nickjer Silvianus Pasaribu.

OMK St. Ursulla
Mengamen Untuk Kepentingan Korban Kebakaran
Seperti pernah dikatakan oleh Aristoteles, manusia tidak dapat hidup sebagai satu individu saja, dia hanya dapat bertahan hidup bila hidup bersama individu lainnya (zoon politicon). Dengan kata lain, manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidupnya. Inilah kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh aksi OMK St. Ursula dalam 'aksi kepedulian sosial bagi korban kebakaran' dilaksanakan pada hari Minggu, 13 Oktober 2013, di halaman Gereja Katedral St. Maria Palangka Raya, setelah Perayaan Ekaristi. Aksi Sosial ini ditujukan untuk membantu saudara-saudari kita korban kebakaran yang terjadi baru-baru ini di kota Palangka Raya.

"Kami ingin membuktikan secara nyata, bahwa kami dibutuhkan oleh orang lain. Kami siap menyisihkan waktu kami bagi mereka yang membutuhkan bantuan kami. Apa saja dapat kami lakukan demi kepentingan bersama dan kepentingan orang lain. Inilah semangat kami yang saat ini mulai kami temukan dalam kebersamaan", demikian diungkapkan oleh Ika, perwakilan OMK St. Ursula kepada Kairos.

P. Alex Dato, SVD
Hadir di tengah-tengah OMK, Memberi Semangat
OMK membuktikan kehadirannya dengan berbagai aksi nyata, terutama dalam kepedulian sosial. Kita patut berbangga bahwa kita memiliki Orang Muda yang punya semangat dan memiliki tingkat kepedulian yang tinggi bagi sesama. Mereka telah menunjukkan semangatnya dan dukungan dari kita, dari Gereja menjadi penyemangat bagi mereka.

OMK dapat diandalkan sebagai pionir, yang mampu mengambil posisi terdepan dalam beberapa hal untuk melaksanakan misi Gereja. OMK adalah kelompok yang masih energik untuk melakukan banyak hal, yang barangkali orang tua tidak sanggup melakukannya lagi. Dukungan kita adalah semangat mereka. **Kairos

Komka Paroki YGB Palangka Raya
Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, pembinaan  terhadap kaum muda semakin gencar dilaksanakan. Ada begitu banyak organisasi, gerakan bersama yang ditempuh oleh Gereja untuk mendidik dan mempersiapkan kaum muda menyongsong hari depan mereka. Akan tetapi, di sana sini, patut diakui bahwa kerap usaha dan gerakan bersama yang dilakukan Gereja menemui jalan buntu. Selain alasan dunia kita sekarang berubah karena digempur oleh badai dashyat globalisasi, boleh jadi karena alasan bahwa kaum muda tengah dihinggapi problem identitas.

Dalam kerangka menegaskan identitas, tak ada hal sedemikian penting dan mendesak bagi Gereja selain membantu kaum muda untuk  semakin menyadari eksistensi dan peran penting mereka dalam membangun bangsa dan gereja masa depan. Untuk  pelaksanaan agenda ini, dibutuhkan usaha dan pendekatan pastoral yang holistik terhadap kaum muda agar mereka merasa siap untuk menghadapi dunia yang semakin berubah.

Bagaimana harapan-harapan, pesan-pesan ini disampaikan, silahkan baca secara lengkap pada dokumen berikut:


Menerima tugas sebagai "MC"
dalam acara-acara formal
Geliat KOMKA SANUR dalam memaknai kehadirannya sebagai generasi penerus Gereja semakin hari semakin terlihat jelas. Ternyata, pertemuan-pertemuan rohani seperti camping rohani, rekoleksi dan Perayaan Ekaristi bersama memberikan titik terang baru bagi mereka bahwa "hidup harus dimaknai tanpa batas waktu".

Perkembangan yang sangat menonjol adalah kegigihan mereka dalam menata "Keuangan Komunitas" yang sangat berguna untuk mendukung kegiatan-kegiatan mereka. Mereka telah mengalami betapa sulitnya merencanakan suatu kegiatan tanpa dukungan dana. Mereka juga tidak mau bermimpi untuk mengharapkan dukungan dana yang tidak pasti. Meskipun seharusnya Gereja mendukung mereka, baik dari segi materi maupun dari segi pendampingan, rupanya mereka mencoba dengan caranya sendiri memaknai kehadiran mereka sebagai sebuah komunitas.

Berjualan pada saat-saat ada
keramaian di Paroki
Dalam beberapa kesempatan, mereka berusaha menggalang dana sendiri melalui kegiatan-kegiatan 'ngamen', jualan minuman dan snack, dan sekarang mereka mengembangkannya dalam bidang Grafika (sablon). Ini adalah ide-ide yang sangat cemerlang agar mereka tidak disebut berpangku tangan saja.

Menjual aneka Kaos Menarik
dengan desain rohani yang menarik
Kendati demikian, KOMKA SANUR tetap membutuhkan dukungan Gereja. Dukungan yang sangat diharapkan adalah dukungan pendampingan yang terkoordinir dan dukungan agar semua rencana mereka dapat berjalan dengan baik. Dalam hal ini tidak lupa disebutkan dukungan untuk menyukai hasil karya mereka dalam mendapatkan dana.

Sekarang telah tersedia baju-baju kaos dengan beberapa design grafika yang menarik. Harganya sangat variatif dan seluruh umat Katedral St. Maria ditunggu untuk mendukung mereka. Kalau bukan kita yang mendukung mereka, siapa lagi?

Peranan Orang Muda Katolik sangat dibutuhkan oleh Gereja. Demikianlah pesan Paus Fransiskus menutup WYD yang dilaksanakan di Brazil beberapa bulan yang lalu. Tanpa Generasi Muda, Gereja akan mati karena Kaum Muda adala masa depan Gereja.

Pesan OMK Dalam Simbol
"Kamilah Generasi Penerus Gereja"
Orang Muda Katolik (OMK) St. Ursula adalah salah satu bagian dari Orang Muda Katolik di seluruh dunia yang terkoordinasi di Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya. Kehadiran mereka sangat memberi warna akan kehadiran Gereja itu sendiri. Bila kita melihat peran mereka dalam mempersiapkan HUT 50 Tahun Paroki Katedral Palangka Raya, seharusnya kita bisa tergugah untuk memberikan dukungan yang lebih dengan cara melibatkan OMK dalam berbagai kegiatan. Dukungan yang paling mereka butuhkan saat ini adalah pendampingan dan pengarahan.

OMK Menggalang Kebersihan Lingkungan
Menjelang hari puncak Perayaan HUT 50 Tahun Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya, kita patut berterima kasih atas berbagai kegiatan yang dilakukan oleh orang muda kita. Mereka aktif dan berinisiatif untuk mengerjakan hal-hal yang perlu dikerjakan saat ini, misalnya membantu dalam kepanitiaan, menggalang aksi kebersihan lingkungan, dan membantu mempersiapkan seluruh perlengkapan pesta. Orang Muda Kita dengan ini membuktikan keberadaannya dan hadir di tengah-tengah kita.

Dengan melihat aksi OMK di atas, kita harus mulai berpikir bagaimana memberdayakan OMK kita ke depan. Pemberdayaan ini dapat berupa berbagi peran dengan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dalam menata kehidupan Gereja di masa yang akan datang. Kita tidak bisa menutup mata akan hal yang selama ini terjadi. Kadang kala, orang tua tidak percaya kepada orang muda karena dianggap belum berpengalaman. Kepedulian untuk pembinaan dan mendukung mereka pun ditangani tidak sepenuh hati. Kalau pola pikir ini dibenahi dan ditata kembali, kita semua yakin bahwa Gereja untuk sepuluh tahun ke depan akan berada di tangan kaum muda yang terlatih, terdidik dan terarah, dan tidak lain adalah OMK kita yang saat ini hadir bersama kita.**Kairos

Foto: Memory PYD di Kapuas
Oleh Nickjer Silvanus P.
Seperti apa potret Orang Muda Katolik (OMK) saat ini? Banyak hal yang dapat kita refleksikan mengenai keberadaan orang muda ini. Namun dalam refleksi itu tidak serta merta menjawab semua persoalan yang dialami orang muda masa kini. Beberapa hal praktis yang boleh dikemukakan adalah bahwa orang muda bisa eksis karena kuantitasnya? Kualitansnya? Atau karena hal lain.

Namun siapakah yang disebut sebagai orang Muda Katolik itu? Adalah bahwa mereka yang telah dibabtis dalam Gereja Katolik dan umurnya berkisar antara 13 hingga 35 tahun. Dan tentunya belum dikategorikan sebagai orang yang telah menikah. Karena jangkauan yang begitu luas, maka ada begitu banyak wadah yang dapat dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul. Wadah OMK itu memang banyak. Mereka ada di tingkat teritorial paroki, yang sekarang biasa disebut OMK Paroki. Di paroki pun, mereka berkumpul pada komunitas OMK wilayah dan lingkungan.

Selain lingkup teritorial, mereka berada di dalam wadah yang kita sebut lingkup kategorial, yang berkumpul berdasarkan kesamaan bakat, devosi dan minatnya. Kita mengenal kelompok seperti Choice, KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik), Komunitas Lajang Katolik, New Heart Community (Komunitas Single Katolik Yang Mendalami Spiritualitas Hati Kudus Yesus), Corpus Cordis, dan masih banyak lainnya. Namun ada juga kelompok orang muda katolik yang tidak berada di dua lingkup ini. Kita bisa menyebut kelompok seperti KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia) dan Pemuda Katolik. Jika dibagi dalam dua kategori besar, maka komunitas Orang Muda Katolik bisa kita pilah jadi dua: yaitu yang parokial dan ekstra parokial. Yang parokial, mencakup teritorial dan kelompok kategorial, sementara yang ekstra parokial menunjuk pada PMKRI, Keluarga Mahasiswa katolik, dan Pemuda katolik.

Menyadari akan eksistensi Orang Muda Katolik, saya sudah membayangkan betapa ‘modal’ Orang Muda Katolik Indonesia sangat besar. Silahkan diartikan sendiri, jika modal yang besar ini sungguh-sungguh dikelola dengan baik, maka bukan tidak mungkin gaung dan gema mereka pun akan besar. Misi besar Gereja mewartakan Kerajaan Allah di dunia, bukan tidak mungkin menjadi kian terasa dengan gerak orang muda katolik seperti ini.

Namun memasuki era globalisasi yang kian menggila, OMK dalam kiprahnya sebagai Orang Muda terkadang tidak bisa melepaskan diri dari pergolakan hidup kemudaannya. Dengan antusiasme dan bahkan ambisi pribadi Orang Muda bisa melakukan segala sesuatu yang dianggap penting untuk mencari jati dirinya. Upaya pencarian jati diri inilah bisa menjerumuskan Orang Muda ke dalam sebuah pergulatan batin yang hebat. Sebagai contoh sikap tidak peduli OMK atau masah bodoh dengan semua kegiatan kegerejaan baik di dalam maupun di luar lingkup Gereja. Sikap tidak peduli ini menjadi sorotan masyarakat umum. Bahkan kini lahir individualisme kaum muda yang semakin menjadi parasit ditubuh OMK sendiri.

Akibatnya timbul berbagai persoalan/masalah-masalah sosial seperti penurunan perilaku Moral, kesenjangan sosial, ketidakadilan, nasionalisme, dan kepekaan terhadap lingkungan serta pengkhianatan terhadap imannya. Sulit memang mengubah pemikiran dan sikap acuh orang muda saat ini ditengah-tengah kenyamanan hidup serta serbuan berbagai macam hal instan di abad 21. Tidak akan bisa semua OMK mau dan peduli dengan keadaan di dalam dan di luar Gereja apabila perilaku OMK masih mencerminkan sikap apatis.

Melihat realita yang ada, OMK telah terjerumus dalam sebuah dinamika kehidupan yang serba instan. OMK semakin tergerumus imannya oleh arus perputaran zaman yang kian menggila. Hal ini bila tidak diatasi sekarang, maka harapan Gereja dalam membangun iman umatnya ke depan akan rapuh lantaran OMK sebagai tulang punggung Gereja masa depan dipatahkan. Karena itu, ada tiga pilar utama dalam membangun militansi kaum muda yaitu:

1. Mempersembahkan Tubuh

Rasul Paulus berkata: “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”(Roma 12:1) Wujud konkrit mempersembahkan tubuh itu adalah bagaimana melayani sesama dan melayani TUHAN atau pekerjaan TUHAN.

2. Hadir Dalam Peribadatan

Pemazmur berkata: “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.”(Maz 119:164). Realisasinya adalah bahwa apapun kegiatannya yang berkaitan dengan keimanan kita perlu hadir demi pematangan keimanan.

3. Melakukan Firman-Nya

Kita mengenal istilah logos dan rema. Logos adalah firman Allah yang tertulis, yaitu Alkitab. Tetapi rema adalah perwujudan firman itu di dalam diri kita atau di dalam tubuh kita dan mewarnai tingkah laku kita. Surat Yakobus menulis: “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”(Yak 2:17) “Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.”(Ul 30:14) “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”(Yak 1:22).

Walaupun dengan adanya tiga pilar utama di atas, Orang Muda Katolik tidak serta merta keluar dari gurita persoalan sosial yang membelenggunya. Namun perlu adanya pembinaan iman OMK yang menuntut pengorbanan yang tinggi dan komitmen yang terus menerus dari para pembinanya. Pembinaan ini sesungguhnya harus mengambil kekuatannya dari Kristus sendiri yang hadir dalam sakramen-sakramen, terutama Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat. Tentunya, semua ini harus didasari oleh katekese yang baik kepada OMK, sehingga mereka dapat mengetahui manfaat yang luar biasa yang dapat mereka peroleh dari rahmat Tuhan yang tersedia bagi kita semua melalui doa, Sabda Tuhan, dan terutama melalui sakramen- sakramen, yang bersumber pada Misteri Paska Kristus.

Dengan kata lain dapat lebih tegas dikatakan bahwa melihat situasi OMK kita saat ini, Gereja tidak boleh menutup mata. Bila Gereja ingin maju dan bertahan, maka diperlukan sedikit prioritas untuk menangani generasinya. Bila Gereja dalam hal ini tidak mengambil sikap, Gereja akan kehilangan generasi penerus yang militan, baik dalam iman maupun dalam bidang lainnya. ** Martinus Sanit, SF (Guru Agama Katolik SMKN 1 Bulik, Kabupaten Lamandau).

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget