MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Articles by "Headline"

Memahami Teknologi demi Keutuhan Ciptaan merupakan Sub-Tema dalam Pertemuan Pendalaman APP 2019 dengan Tema Umum untuk Keuskupan Palangka Raya adalah Teknologi dan Pengaruhnya bagi Keutuhan Ciptaan. Dapat dilihat pada artikel sebelum ini. Dari topik umum, rupa-rupanya Pertemuan Pertama adalah merupakan Pengantar untuk pertemuan berikutnya.

Di Lingkungan St. Sisilia, Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya, Pendalaman APP Pertemuan I difasilitasi oleh Fidelis Harefa. Dalam pendalaman materi, beliau mengawali perkenalan terhadap teknologi dengan mengajukan dua pertanyaan berikut:

  • Apakah kita sudah menggunakan teknologi?
  • Apa saja yang telah diubah oleh teknologi dalam hidup kita?
Respon dari umat sangat baik. Mereka berbagi tentang perubahan yang mereka alami atas keberadaan teknologi. Ada yang menyampaikan dampak positif dari teknologi, ada pula yang menyampaikan dampak negatifnya. Pendalaman APP I ini lebih menggunakan dampak negatif sebagai cara masuk ke pemahaman terhadap teknologi.

Fidelis mengatakan: "yang positif itu sudah menjadi hak anda, milik anda, dan tingkatkanlah. Yang negatif ini harus kita hindari dengan cara mengenal teknologi yang kita gunakan. Teknologi yang kita gunakan ini merupakan hasil dari pengetahuan orang lain. Karenanya ada keharusan untuk memahaminya".

Beberapa contoh yang disajikan pada bahan presentasi dengan power point sangat membantu umat memahami maksud dari pertemuan pertama. Dalam materi tersebut ditampilkan betapa menderitanya orang yang menggunakan teknologi, tapi tidak memahami kegunaannya. Contoh: Listrik diciptkan untuk menciptkana daya yang menggerakkan mesin, menyalakan lampu, membuat alat pemanas. Listrik tidak pernah ditujukan untuk membunuh ikan dengan setrum karena sangat mengganggu kelangsungan habitat makhluk air. Tapi karena ketidaktahuan terhadap etika penggunaan teknologi listrik tersebut, banyak orang menyalahgunakan daya listrik.

Contoh di atas adalah salah satu dari sekian contoh. Fidelis menegaskan bahwa Pendalaman APP tahun ini bermuara pada perubahan. Mengubah suatu keadaan dimana teknologi harus mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan hidup, bukan untuk menyengsarakan. Pada kesimpulan pertemuan, istilah latin kuno digunakan sebagai panduan permenungan. Nemo dat quod non habet. Tidak seorang pun mampu memberikan apa yang tidak dimilikinya. 

Mewartakan perubahan mengharuskan kita memiliki perubahan itu sendiri. Mengubah keadaan dengan memaksimalkan teknologi mengharuskan kita untuk mengetahui teknologi. Adalah sebuah kemustahilan bila kita berteriak untuk mengubah segala sesuatu dampak dari teknologi, sementara kita masuk kategori gagap teknologi. 

Orang kuat, orang kaya, orang sukses di zaman sekarang ini adalah mereka yang memahami teknologi. Karenanya, mari membuka diri untuk mengenal teknologi yang kita gunakan secara lebih detil agar jangan membawa malapetaka untuk kita. Jangan sampai kita menjadi orang yang mengutuk teknologi karena ketidaktahuan kita.



Sabtu, 9 Maret 2019, Rapat Pleno Dewan Pastoral Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya dilaksanakan di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, dimulai tepat pada pukul 17.45 WIB. Rapat ini dibuka secara resmi oleh RD. Patrisius Alu Tampu, Ketua Umum DPP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan dilaksanakan Rapat Pleno ini. Beliau mengatakan bahwa rapat ini dilaksanakan untuk mengevaluasi segala upaya dan program kerja Dewan Paroki. Tentunya dengan harapan, yang sudah terlaksana dengan baik perlu ditingkatkan lagi, yang belum, diupayakan untuk dilanjutkan.

Rapat Pleno ini dihadiri oleh kurang lebih 40 orang atau sekitar 70% dari jumlah anggota Dewan Paroki. Rapat ini juga turut dihadiri oleh peserta dari Kelompok Kategorial yang ada di Paroki Katedral. Rapat dilaksanakan selama dua hari (9-10) dan akan ditutup pada Hari Minggu, 10 Maret 2019.


Pemimpin yang baik lahir dari pemilih yang cerdas. Pemilih yang cerdas adalah mereka yang dengan bebas menggunakan hak pilihnya, tanpa paksaan dan tekanan, menentukan pemimpin yang bisa mengemban tugas mengayomi kepentingan umum. Untuk menjadi pemilih cerdas, perlu sekali mengetahui banyak hal tentang bagaimana memilih.

Pada acara NGOPI BARENG OMK (2/3/2019) Palangka Raya di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, Yosef Dudi (Relawan KPU) mengisi salah satu mata acara dengan mensosialisasikan tatacara memilih pada Pemilu Serentak 17 April 2019 yang akan datang. Dalam materinya beliau mengatakan bahwa bila mencoblos kertas suara tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, suara itu menjadi tidak sah. Oleh karena itu, sangat penting memperhatikan tatacara mencoblos kertas suara yang benar agar suara anda sah.

Doc. Fidel Harefa
Sabtu, 2 Maret 2019, Seksi Kepemudaan Dewan Paroki Katedral Palangka Raya menyelenggarakan kegiatan Ngobrol Pintar (NGOPI) bersama Orang Muda Katolik (OMK) di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang OMK. Jumlah ini termasuk banyak karena target panitia hanya sekitar 150 orang. Pada kegiatan ini, turut hadir Pastor Paroki Katedral, RD. Patrisius Alu Tampu, RD. Romanus Roman dan RD. Thomas Ehe Tukan, Vikaris Judisial Keuskupan Palangka Raya sebagai pembicara.

Berikut adalah beberapa topik yang diangkat dalam pertemuan ini:

Nikah dan Kehendak Bebas Menurut Hukum Gereja

RD. Thomas menyampaikan banyak hal tentang pernikahan dan kehendak bebas menurut Hukum Gereja. Materi ini disampaikan dengan dikemas dalam bentuk diskusi interaktif. Materi ini sangat berkembang sehingga mengajarkan banyak hal bagi OMK.

Seks Pra Nikah: Porno atau Suci Menurut Pandangan Gereja

Materi ini disampaikan oleh RD. Romanus. Beliau mengawali dengan menceritakan peristiwa-peristiwa faktual yang dialami oleh orang muda, secara khusus dalam masa pacaran. Dengan beberapa contoh tersebut, materi ini berkembang dengan baik karena ditanggapi oleh OMK dengan pertanyaan.

Kehidupan Menggereja Dalam Lingkup Gereja Katedral Palangka Raya

Keaktifan OMK dalam hidup menggereja disampaikan oleh RD. Patris. Dengan mengutip beberapa dasar biblis, kemudian mengarahkannya pada hal-hal praktis. Pada akhirnya, materi ini pun dikembangkan dalam diskusi terbuka sampai dengan meneguhkan kembali 100% Katolik, 100% Indonesia.

Yulianus Dani Nahar, Ketua Sie Kepemudaan menyampaikan kepada Kairos, akan ada ringkasan atau kesimpulan dari kegiatan ini nanti. Kiranya bisa menjadi wejangan bagi OMK.

Ratusan pelajar SMA Taruna Jaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dari Anggota MPR RI yang juga Senator Kalteng, Napa J Awat (8/6/18).
Napa mengatakan bahwa empat pilar kebangsaan penting dipahami dan ditanamkan secara dini kepada generasi muda sebagai pewaris masa depan bangsa. Menurutnya, salah satu faktor meningkatnya potensi gejolak sosial, yakni adanya isu radikalisme yang mengarah pada perpecahan bangsa dikarenakan pemahaman pilar kehidupan berbangsa itu minim.

Napa J. Awat sedang menyampaikan materi sosialisasi 4 Pilar.




Untuk itu, Napa J. Awat menilai sosialisasi 4 pilar kebangsaan, penting dilakukan agar membangkitkan spirit dan semangat nasionalisme generasi muda bangsa yang ada di tanah Dayak ini khususnya di Sampit. Empat pilar MPR RI hendaknya sebagai pegangan hidup para generasi muda dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara,"papar Napa.

Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa.





Dalam kesempatan itu, Napa J. Awat juga memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan seperti paham radikalisme. Apabila kita menyadari bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lain-lain", ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Jaya, Ignatius Suharjana, yang ikut mendampingi pada kegiatan ini, mengakui bahwa Sosialisasi 4 Pilar belum pernah diberikan kepada para pelajar.
“Kami sangat berterimakasih sekali kepada Pak Napa dari MPR RI. Dengan apa yang sudah disampaikan tentang pentingnya 4 Pilar, kami sangat berharap siswa memahaminya,” ungkapnya.
Ignatius Suharjana juga berharap, sosialisasi tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga bisa menjangkau organisasi sosial kemasyarakatan dan seluruh stakeholder agar membangkitkan semangat nasionalisme masyarakat Daerah Kalimantan Tengah khususnya yang ada di Kotawaringin Timur. (*)

KAIROS.Org - Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Tengah mensosialisasikan keberadaan lembaga ini kepada seluruh Pastor Paroki dan Utusan Umat Katolik se-Kalimantan Tengah yang hadir pada Sinode I Keuskupan Palangka Raya (26/05) di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya. Materi sosialisasi disampaikan oleh Julius I.P. Situngkir (Ketua II) dan Fidelis Harefa (Sekum), dimoderatori oleh RD. Silvanus Subandi.


Julius Situngkir menyampaikan bahwa terbentuknya LP3KD di Kalimantan Tengah sangat bermanfaat bagi umat Katolik Kalimantan Tengah dalam mengembangkan nilai-nilai budaya gerejani demi semaraknya liturgi. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi umat Katolik untuk mendukung dan turut terlibat dalam mengembangkan LP3KD dengan melaksanakan program kerja yang telah disusun penuh tanggung jawab.

Fidelis Harefa dalam materinya menyampaikan informasi yang berhubungugan dengan progress terbentuknya LP3KD. Bermula dari diterbitkannya Peraturan Menteri Agama No. 35 Tahun 2016 Tentang LP3K, ditindaklanjuti oleh Dirjen Bimas Katolik dengan membentuk LP3KN melalui MUNAS yang dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2017 di Jakarta. Pembentukan LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan melalui MUSDA pada tanggal 19 September 2017, kemudian disahkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah dengan Surat Keputusan Nomor 188.44/627/2017. LP3KD yang sudah terbentuk ini harus disambut baik oleh seluruh umat Katolik Kalimantan Tengah karena melalui LP3KD kita dapat belajar berliturgi secara lebih baik lagi.



Tindak lanjut dari terbentuknya LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah, akan dibentuk pula LP3KD Kabupaten / Kota yang ada di Kalimantan Tengah. Fidelis menyampaikan bahwa telah dijadwalkan Rapat Kerja LP3KD Provinsi Kalteng pada tanggal 1 Juni 2018 yang akan datang. Pada Raker tersebut, diundang perwakilan dari 14 Kabupaten / Kota yang ada di Kalteng sebagai langkah awal pembentukan LP3KD tingkat Kabupaten / Kota.



Karena dalam sesi tanya jawab, ada beberapa umat yang bertanya tentang PESPARAWI dan PESPARANI, maka pada akhir sosialisasi, Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF menegaskan bahwa umat Katolik harus terlibat dan mendukung LP3KD dengan berbagai cara. Ikut dan terlibat dalam LP3KD adalah wajib bagi umat Katolik. LP3KD merukapan lembaga bagi umat Katolik yang menyelenggarakan PESPARANI. Sedangkan PESPARAWI adalah lembaga yang dikelola oleh Kristen Protestan.

Anggota DPD, RI Napa J Awat yang menggantikan H Muhammad Mawardi yang saat ini sebagai calon Bupati Kapuas melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan beberapa waktu lalu (26/4/2018) di Aula Nazaret, Komplek Gereja Katedral, St Maria, Palangkaraya.

Ratusan warga menghadiri kegiatan tersebut untuk mendengarkan paparan dari Napa J Awat. Dirinya menekankan tentang pentingnya strategi ekonomi berkelanjutan yang harus diadaptasikan dengan situasi lapangan agar efektivitas kegiatan berjalan dengan optimal.
Napa J Awat sedang menyampaikan Sosialisasi 4 Pilar

"Strategi pembangunan berkelanjutan di daerah, terutama di Provinsi Kalimantan Tengah berhadapan dengan situasi persoalan ekonomi masyarakat yang mendasar saat ini yaitu sebagian besar masyarakat belum memiliki sumber pendapatan secara pasti dengan nominal yang cukup untuk membiayai kesejahteraan rumah tangga secara layak," ungkapnya.

Padahal, sambungnya, di lain pihak, kita mempunyai faktor produksi seperti alam dan tenaga kerja. "Jika modal, jangankan masyarakat, sektor swasta (PT, CV) mempergunakan hutang sebagai sumber pembiayaan untuk membuka kebun sawit, Regulasi yang akan diperjuangkan agar materi yang tersusun nantinya di pihak pemerintah pusat bisa menyentuh penggalian dan penciptaan sumber usaha pedesaan terutama yang bermuara pada komoditi ekspor," sambungnya.

Selama ini, pembukaan sawit banyak mengorbankan lahan/tanaman keras milik masyarakat dan tidak dihargai. Inilah yang akan disuarakan dan diperjuangkannya selaku anggota DPD RI atau para Wakil Daerah dari Kalteng.

"Dengan mengubah "bahu-lakau"atau lahan ladang pertanian tanaman keras yang telah ditanami oleh masyarakat menjadi perkebunan karet atau sengon adalah alternatif terbaik bagi masyarakat pedesaan demi menapak kesejahteraan rumah tangga dan mampu mengantar anak-anak memperjuangkan dan meraih daya saing melalui pendidikan terstruktur tampa merudak lingkungan, Tengok saja Rungan-Manuhing di Kabupaten Gunung Mas  yang telah sejak lama terbiasa membudaya tanam karet, sudah punya kejelasan sumber pendapatan," sebutnya.

Sinkronisasi antara strategi pemberdayaan UMKM dan Koperasi dengan sumber usaha di pedesaan sebagai sarana masyarakat untuk mendapatkan kepastian pendapatan setiap bulannya merupakan mimpi penulis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan dalam kerangka NKRI.

"Hal ini bisa diperjuangkan secara realistik dan terukur, terlebih ditunjang dengan adanya instrumen yang lain bagi pembangunan berkelanjutan di desa yaitu melalui penyaluran Alokasi Dana Desa dan Dana Desa. Dengan adanya sumber dana ini dapat menjadi modal kerja bagi masyarakat di desa dan stimulan agar sektor UMKM dan Koperasi dapat lebih berkembang dalam sektor pertanian," pungkasnya.

Tema pertama pendalaman APP 2018 adalah "Kasih Allah dalam Keutuhan Ciptaan". Pertemuan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Allah. Segalanya diciptakan untuk saling melengkapi. Kesadaran yang mendalam akan hal ini menumbuhkan rasa syukur. Oleh karena itu, sembari mensyukuri rahmat itu, kita diajak untuk memelihara ciptaan Allah demi kelangsungan hidup kita dan generasi berikutnya.

Pendalaman APP Lingkungan St. Fransiskus Xaverius
Pertemuan pertama ini membawa kita pada sebuah permenungan bahwa tidak seorang pun di antara manusia mampu menciptakan sesuatu seperti keagungan karya cipta. Tuhan benar-benar menunjukkan kebaikan yang maha agung melalui keindahan, kedamaian, ketentraman, keamanan dan kenyamanan dalam dunia yang diciptakan-Nya. Semua kebaikan ini digambarkan dalam kisah penciptaan dimana Tuhan menyediakan sebuah taman Eden sebagai gambaran tempat yang sangat baik untuk didiami.

Pendalaman APP Lingk. St. Arnoldus Janssen
Melalui bacaan Kejadian 2:8-14, Tuhan mau mengatakan kepada kita bahwa pada mulanya telah diciptakan dengan sempurna. Dia mengalirkan mata air sebagai sumber kehidupan yang menyejukkan. Di sana tersedia emas, damar, batu krisopras sebagai lambang kejayaan. Tersedia tumbuh-tumbuhan yang hijau sebagai lambang kesuburan. Melalui bacaan ini, Tuhan menyampaikan kepada kita bahwa tugas kita adalah memelihara segala sesuatu itu. Memelihara dan menjaganya serta menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Kebutuhan yang proporsional tanpa didominasi oleh jiwa serakah.

Ada beberapa hal yang harus disadari dan dipahami oleh manusia melalui pendalaman APP I, Tahun 2018 ini:

  1. Bumi dalah rumah kita bersama. Diciptakan Tuhan untuk semua, bukan untuk satu orang, satu kelompok atau satu suku tertentu.
  2. Penciptaan ini merupakan pemakluman Kerahiman Allah kepada manusia. Allah merahimi, melindungi, menjaga dan mengayomi manusia, seperti seorang ibu menjaga bayi dalam rahimnya.
  3. Manusia wajib mensyukuri semua itu dengan melakukan hal-hal yang baik. Dengan berbuat baik dan benar, manusia sudah membalas kasih Allah.
  4. Dengan menyadari bahwa semua diciptakan secara sama, manusia harus membangun relasi sosial yang saling melengkapi dan saling membantu.Solidaritas sosial merupakan sebuah pemakluman nyata bahwa semua manusia berasal dari tempat yang sama, yakni dari Sang Pencipta. Kesadaran ini akan meretas segala perbedaan yang ada. Meretas segala pemikiran primordial. Semuanya sama dan satu dihadapan Allah.


Pendalaman APP I di Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya telah terlaksana di lingkungan-lingkungan. Beberapa dokumentasi yang ada bersama tulisan ini menjadi bukti antusiasme umat dalam mengikuti pendalaman APP.

Stasi St. Antonius Kelampangan adalah salah satu Gereja kecil bagian dari pelayanan Paroki Katedral St. Maria Palangkaraya. Stasi ini terletak kira-kira 8-9 Km dari Kota Palangkaraya menuju ke selatan. Umat di stasi ini terdiri dari 6 KK saja, belum mengalami perkembangan selama 15 tahun terakhir. Perayaan Ekaristi untuk umat dilayani oleh Pastor dari Paroki Katedral sekali seminggu.

Mengawali kegiatan di Tahun 2018, Lingkungan St. Arnoldus Janssen, yang merupakan bagian dari Wilayah IV Paroki Katedral St. Maria mengadakan kunjungan ke Stasi Kelampangan. Menurut David Hartono, Ketua Lingkungan St. Arnoldus Janssen, kunjungan dilaksanakan dengan tujuan agar umat di Stasi St. Kelampangan tetap bersemangat dalam memajukan visi dan misi gereja. Umat Kelampangan tidak perlu merasa sendirian. Umat di Gereja Katedral merupakan saudara-saudri semua yang siap untuk mendukung dan memberi semangat.

Kunjungan bersama seluruh anggota Lingkungan Arnoldus ini dirayakan bersama dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral, RD. Patrisius Alu Tampu. Turut hadir juga pengurus Dewan Paroki yakni Julius I.P. Situngkir sebagai Ketua II yang membidangi Bidang Liturgi dan Pewartaan, Fidelis Harefa Koordinator Bidang Liturgi dan Beyamin Tunti sebagai Koordinator Bidang Pewartaan. Dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, David Hartono mengharapkan agar seluruh lingkungan yang ada di Wilayah Gereja Katedral melaksanakan kunjungan rutin  yang terjadwal. Penjadwalan akan diserahkan kepada Korbid Liturgi sehingga dengan itu, kunjungan tidak haya sekali-sekali tapi bisa terjadi sekali seminggu atau minimal sekali sebulan.

Dukungan terhadap ide ini dipertegas oleh Julius Situngkir dengan mengusulkan untuk melengkapi fasilitas di gereja Stasi Kelampangan. Lebih lanjut, Pastor Paroki pun mengapresiasi ide ini dengan memasukannya dalam daftar agenda rapat Dewan Pengurus Harian untuk ditindaklanjutin segera.

Kunjungan ini diakhiri dengan acara makan bersama dan penyerahan bingkisan tali asih antara Umat  Lingkungan St. Arnoldus Janssen dan Stasi St. Antonius Kelampangan.

PALANGKA RAYA, KAIROS.OR.ID - Pengkaderan pelayan liturgi dalam Gereja Katolik sangat perlu dilakukan terus-menerus. Sebab, apabila ada satu masa di mana pengkaderan kosong atau tidak dilaksanakan, maka akan ada satu masa ke depan yang juga kosong pelayan liturgi yang mumpuni.

Dalam upaya itu, Koordinator Bidang Liturgi Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya, Fidelis Harefa mengajak siswa-siswi Katolik, baik dari sekolah Katolik maupun sekolah negeri untuk terlibat dalam pelayanan liturgi sejak dini. Ajakan ini disampaikan melalui guru agama Katolik yang ada di sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya.

Ajakan tersebut mendapatkan respon yang luar biasa sehingga pada Minggu, 24 September 2017, keterlibatan siswa-siswi Katolik dalam pelayanan liturgi khususnya dari sekolah negeri dimulai oleh Siswa SMA Negeri 5 Palangka Raya. Mereka menjadi pelayan liturgi sebagai kelompok koor, penggerak umat dalam bernyanyi dan sebagai petugas persembahan.

Fidelis Harefa, ketika ditemui oleh Kairos, segera setelah perayaan ekaristi mengatakan: "Ada sekitar 5 sampai 10 tahun terakhir terdapat kekosongan kegiatan pengkaderan. Efeknya sangat kita rasakan sekarang. Bidang Liturgi mengalami kesulitan untuk memilih dan menentukan petugas liturgi". Adapun selama ini, siswa-siswi yang terlibat dalam pelayanan liturgi hanya siswa-siswi yang belajar di sekolah Katolik seperti Yayasan Siswarta Cabang Palangka Raya dan Yayasan St. Maria.

"SMA Negeri 5 telah memulai, diharapkan sekolah-sekolah negeri lainnya mempersiapkan diri untuk terlibat juga dalam pelayanan liturgi", lanjut Fidelis. Beliau mengatakan bahwa pengkaderan akan dilakukan terus-menerus, termasuk program perekrutan dan pelatihan tenaga organis gereja yang akan segera dilaksanakan.

Fidelis Harefa mengakhiri pembicaraan dengan Kairos dengan sebuah kalimat: "Kesuksesan suatu generasi adalah ketika mereka mampu menciptakan kader beru untuk kebutuhan masa depan". (lc)

PALANGKA RAYA, KAIROS.OR.ID - Pertemuan Tokoh Agama Katolik, Pembimas Katolik Kalteng dan Instansi terkait dalam rangka Pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Tengah dan Penetapan Pengurus LP3KD Periode 2017-2022 dilaksanakan di Aula Kemenag Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 19 September 2017.

Dalam pertemuan tersebut hadir Kakanwil Kemenag Provinsin Kalimantang Tengah H Abdul Halim, Pembimas Katolik Kalimantan Tengah Wilhelmus Y. Ndoa, Vikjen Keuskupan Palangka Raya, RD. Silvanus Subandi serta beberapa Tokoh Agama Katolik.

Dalam sambutannya, Abdul Halim menyampaikan bahwa sangat mendukung bila LP3KD Provinsi Kalteng segera dibentuk. Beliau menganjurkan agar pengurusnya segera dipilih agar pembinaan cepat dilaksanakan. Apabila susunan pengurus sudah ada, beliau mengharapkan agar segera dilaporkan kepada Gubernur untuk di SK-kan. Beliau juga menegaskan agar pengurus yang dipilih adalah personil yang benar-benar komit dalam memajukan organisasi LP3KD.

Selanjutnya, Wilhelmus selaku Pembimas Katolik Kalteng menyampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi pembentukan LP3KD. Beliau mengatakan bahwa dasar hukum pembentukan LP3KD adalah PMA Nomor 35 tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik sebagai pelaksanaan Pesparani Katolik, Keputusan Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI No. 2318 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pembentukan dan Pengelolaan LP3K. Hal ini merupakan penegasan bahwa landasan yuridis keberadaan LP3K di Indonesia sudah diakui.

Selain daripada landasan hukum di atas, Wilhelmus juga mengatakan bahwa pembentukan LP3KD ini merupakan jawaban dari kerinduan umat Katolik yang disampaikan pada Musayawarah Luar Biasa LP3K Nasional. Musyawarah Luar Biasa ini didorong oleh semangat kegiatan Pesparani Katolik yang dilaksanakan di Ambon selama tiga tahun berturut-turut. Dari Ambon menuju Indonesia dan Kerinduan umat/masyarakat Katolik utk saling berdialog, bekerja sama dalam membangun kerukunan umat beragama untuk mewujudkan Indonesia yang damai, harmonis dan bersatu merupakan visi yang memberi warna dalam mendorong terbentuknya LP3K.

Pertemuan ini dilaksanakan selama satu hari dan diakhiri dengan pemilihan pengurus LP3KD Provinsi Kalteng. Pengurus terpilih akan melaksanakan tugas selama lima tahun berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Katolik. (fh)

PALANGKA RAYA, KAIROS.OR.ID - Sabtu dan Minggu, 16-17 September 2017, Misdinar St. Tarsisius Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya melaksanakan rekoleksi bersama dalam rangka menyambut anggota misdinar yang baru. Rekoleksi ini dilaksanakan di Kampus Baru STIPAS Tahasak Danum Pambelum dan diikuti oleh lima puluh tiga peserta. Rekoleksi Misdinar ini diadakan supaya anak misdinar yang baru lebih mengenal misdinar dalam sejarah maupun tata cara misdinar yang baik dan benar.

Kegiatan Rekoleksi yang berlangsung selama dua hari berturut-turut itu dipimpin oleh RD. Romanus Romas. Pada sesi pertama, kepada calon misdinar baru dijelaskan bagaimana tata cara misdinar yang baik dan benar, mulai dari sikap duduk,arah pandang,cara berjalan dan sebagainya.

Selanjutnya, acara rekoleksi ini diisi dengan renungan malam yang dipimpin oleh Mahasiswa STIPAS, dilanjutkan dengan doa Jalan Salib. Acara pada hari pertama diakhiri dengan acara api unggun. Dalam acara api unggun, seluruh peserta rekoleksi rekreasi bersama dengan bernyanyi dan bermain bersama secara terpimpin.

Keesokan harinya, acara rekoleksi dilanjutkan dan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Constatinus Gatot Wibowo. Segera setelah Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan kegiatan Outbond yang berguna untuk melatih semangat para misdinar dalam pelayanan seputar altar. Kegiatan outbond dikemas sedemikian rupa oleh panitia dengan melalui beberapa pos. Kesulitan-kesulitan yang dialami pada masing-masing pos berbeda-beda. Kegagalan dalam melewati pos tidak membuat para misdinar patah semangat, tetapi tetap ceria karena semua itu merupakan latihan.

Semoga kegiatan Rekoleksi Misdinar ini tetap dilaksanakan secara berkala dalam konteks kaderisasi, demi masa depan Gereja. Tuhan Yesus memberkati. (Dany dan Osi)

PALANGKA RAYA, KAIROS.OR.ID - Sekretaris Nasional (Seknas) Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Veronika Wiwiek berkunjung ke Palangka Raya (07/09/2017) dalam rangka menindaklanjutin rencana pelaksanaan PERNAS FMKI XI tahun 2018 yang akan datang. Kunjungan ini disambut baik oleh pengurus FMKI Keuskupan Palangka Raya.

Adapun rencana pelaksanaan PERNAS XI merupakan hasil PERNAS X yang dilaksanakan di Bogor, 25-27 November 2016, dan saat itu Palangka Raya ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara PERNAS FMKI XI 2018.

Pada pertemuan dengan Seknas FMKI di Sekretariat FMKI Palangka Raya, Pengurus FMKI Palangka Raya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaksiapan FMKI Palangka Raya menjadi tuan rumah penyelenggara PERNAS XI. Ada beberapa alasan yang sangat mendasar yaitu karena pada tahun 2018, Keuskupan Palangka Raya melaksanakan beberapa kegiatan yang sangat menuntut keterlibatan seluruh umat. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah Pesparani Tingkat Keuskupan Palangka Raya dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2018 kemudian bersiap mengikuti Pesparani Tingkat Nasional di Ambon, September 2018 akan dilaksanakan Tahbisan Imamat, Oktober 2018 merupakan puncak Pesta Perak, 25 Tahun Keuskupan Palangka Raya dan PILKADA Kota Palangka Raya pun dilaksanakan pada tahun 2018.

Sekans FMKI menanggapi informasi ini dengan sangat positif dan mengatakan akan mendiskusikannya dengan TIM SETNAS untuk menentukan kembali waktu dan tempat pelaksanaan PERNAS XI yang akan datang. (LC)


Rapat Kerja adalah rapat atau pertemuan seluruh personil yang telibat dalam suatu tim kerja. Tujuannya adalah untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dalam satu periode tertentu. Dari pengertian ini, maka kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya pada hari Sabtu, 25 s.d. 26 Februari 2017 di Gedung Serba Guna Tjilik Riwut, komplek Gereja Katedral Palangka Raya merupakan rapat kerja seperti dimaksudkan di atas.
Media Kairos
Foto peserta Raker Dewan Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya Periode 2017-2019
Dok. Yulius I.P. Situngkir

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh P. Patris Alu Tampu, Pr selaku Pastor Paroki. Selanjutnya, kegiatan ini diisi dengan pemaparan spiritualitas pelayanan oleh Rm. Anton Rosari, SVD. Pelayanan merupakan pekerjaan Tuhan, bukan pekerjaan pastor atau pekerjaan manusia. Seluruh yang terlibat dalam Dewan Paroki merupakan pribadi yang mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Oleh karena itu sangat perlu untuk memahami spiritualitas pelayanan.

Setelah materi spiritualitas pelayanan, dilanjutkan dengan kegiatan identifikasi masalah sebagai bahan untuk menyusun program kerja. Pada sesi ini, Gregorius Doni Senun tampil sebagai pemateri. Dalam materi yang disampaikan, tercakup materi membuat rancangan anggaran untuk setiap kegiatan yang telah disusun dalam bentuk program kerja.

Rapat Kerja ini dihadiri oleh seluruh Dewan Paroki yang telah dilantik pada bulan Januari lalu, ditambah dengan utusan dari kelompok kategorial. Saat tulisan ini diterbitkan, rapat sedang berlangsung hingga besok, Minggu, 26 Februari 2017.

Tanya jawab tentang Dewan Pastoral Paroki (DPP) pernah dirilis oleh Media Kairos pada tanggal 18 November 2013 yang lalu. Silahkan baca artikelnya di sini. 


DPP masa bakti 2017-2019 di Paroki St. Maria Palangka Raya telah dilantik oleh Mgr. Aloysisus M. Sutrisnaatmaka, MSF pada Minggu, 29 Januari 2017. Personil DPP yang dilantik telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Uskupa Palangka Raya Nomor: SK/USKUP/05-DP/I/2017.

Penetapan DPP berdasar pada Ketentuan Hukum Kanonik 536, 1 & 2, Anggaran Dasar Dewan Paroki yang tertuang dalam Vademecum Pasotral Keuskupan Palangka Raya dan juga atas Surat Permohonan Pastor Paroki Katedral St. Maria Palangka No. 15/SP-P.SK/DP.SM/2017. Berikut ini adalah susunan DPP Paroki Katedral St. Maria Palangka Raya Periode 2017-2019.

Ketua Umum
RD. Patrisius Alu Tampu

Wakil Ketua Umum
RD. Constantius Gatot Wibowo

Ketua I
Dr. F.X. Manesa, M.Pd

Ketua II
Julius I.P. Situngkir, S.H.

Sekretaris I
Dominggos Neves, S.Hut, M.Si

Sekretaris II
Stefanus Dh. Mangu, S.E.

Bendahara I
Frans Martinus, S.E.

Bendahara II
Lamria Simamora, S.E, M.Si

B I D A N G  -  B I D A N G

Bidang Liturgi

Koordinator
Fidelis Harefa, S.H.

Seksi Misdinar
Katarina Ani Liani, S.E.
Sr. Hermina Beding, SSpS

Seksi Lektor dan Mazmur
Viktor Rinus Raja Odja, S.S.
Agustiani Evodia

Seksi Koor dan Organis
Silvester Adinugraha, S.S, M.Hum
Frederikus Sukadiman, S.Pd
Edy Dwi Suharsono

Bidang Pewartaan

Koordinator
Benyamin Tunti, S.Fil

Seksi Sekolah Minggu dan Sekami
Henny Every, S.Ag
Rosalia Udes, S.Ag
Sesilia Astuti, S.Ag
Tiur Tina Tobing, S.Ag

Seksi Litbang dan Komunikasi
Dr. Joni Pambelum, M.Si
Frida Smith, S.T, M.T
Timotius, S.Fil, M.Th
Ernes
Wilibrodus Mengandika Wicaksono

Seksi Kerasulan Keluarga
Dr. Paskalis Pendi Sinulingga, M.Si
Patrisius Manpul S.P.

Bidang Pelayanan

Koordinator
Gregorius Doni Senun, S.Pd

Seksi Pengembangan Ekonomi
Yohanes Cangking, S.E.

Seksi Sosial (Pelayanan Kepada Pengungsi, Orang Sakit dan Umat dari Luar Paroki)
dr. Theodorus Sapta Atmadja
dr. Herry Tjahyono
Carolina Wiwiek Handayani
Mariati Tukimun

Seksi Rumah Tangga (Pastoran dan Gereja)
Dra. Anna Seltina
Sesilia Sri Lingga
Veronika Sherlywati

Seksi Duka
Eduardus Beny Santoso, S.P, S.Pd
Aloysius Sudirman

Seksi Aset dan Pembangunan
Antonius Rosa Kridaleksana, S.T.
Hendra Wiriawan, S.T.

Bidang Persekutuan

Koordinator
Dr. Yosef Dudi, M.Si

Seksi Kerawam/HAK
Dr. Marselinus Heriteluna, M.Kes

Seksi Kepemudaan
Yulianus Dani Nahar, S.P.
Raden Yulius Winata, S.H.

K E T U A  -  K E T U A   L I N G K U N G A N

Lingk. St. Anna
Yohanes Nico Ilay, S.T.

Lingk. St. Ignatius
Tarsisius Budiono

Lingk. St. Bernadetha
Titin, S.T.

Lingk. St. Sisilia
Mateus Sutaryo

Lingk. St. Clara
Yustinus Hendra, S.St, M.T, M.Sc

Lingk. St. Yohanes
Dra. Mariane Tinse, M.Pd

Lingk. St. Laurentius
Laurus Yuserto, S.Pd

Lingk. St. Antonius
Mandau R.A. Kindangen

Lingk. St, Maria
Antonius Tukimun

Lingk. St. Theresia
Andreas Jonggur Sihombing, S.P.

Lingk. St. Lukas
Drs. F.A. Endro Suryanto, M.Or

Lingk. St. Fransiskus Xaverius
Arpete Pancar Gaman, S.Pd

Lingk. St. Arnoldus Jansesn
David Hartono

Lingk. St. Yosef
Andreas Rahmat Susiandi, S.T.

Lingk. St. Petrus
Andreas R. Djumianto, BBA

Stasi St. Antonius Klampangan
Antonius Supardjono

Dokumen Foto dari penakatolik.com

DEPARTEMEN DOKUMENTASI DAN PENERANGAN KWI
Jl. Cut Meutia 10, Jakarta 10340; Tlp/Faks. (021) 325757
 
No : 01/DOKPEN/05/2002
Hal: Memakai nama "Katolik"
 
MEMAKAI NAMA "KATOLIK"
1. Pantas disyukuri bersama, bahwa akhir-akhir ini semakin nampak adanya orang-orang katolik yang tergerak oleh ajaran-ajaran Gereja Katolik.
2. Lebih dari pada itu, tidak hanya sendiri-sendiri sebagai individu, tetapi juga secara bersama-sama mereka melandaskan kegiatannya ituberdasarkan ajaran Gereja yang mutakhir, termasuk ajaran-ajaran sosial Gereja. Dengan demikian, hal itu dapat dipandang sebagai perwujudan cita-cita Gereja yang percaya bahwa Gereja mendapat tugas  untuk melaksanakan nilai-nilai luhur bagi keselamatan manusia. 
3. Khususnya di Indonesia, Konferensi Waligereja  Indonesia sangat mendukung inisitatif kaum awam tersebut. Hal itu tentu merupakan ambil bagian mereka dalam usaha mengatasi permasalahan bangsa berdasarkan nilai-nilai dan ajaran Gereja. Kerjasama melalui berbagai cara memang menjadi harapan orang-orang beriman di negeri yang sedang menanggung berbagai macam krisis ini.
4. Tetapi, mendasarkan kegiatan bersama  berdasarkan ajaran Gereja Katolik tidak serta merta membuat orang-orang katolik tersebut begitu saja dapat memakai nama "katolik" bagi kebersamaannya itu.
5. Selama ini nama "katolik" telah menjadi nama diri sebuah komunitas beragama yang kehadirannya meliputi hampir seluruh dunia. Maka membuat nama itu menjadi nama diri sebuah kebersamaan, entah itu paguyuban atau organisasi atau partai di sebuah tempat tertentu adalah sebuah tindakan yang mengena pada nama diri Gereja Katolik, yang pada hakekat dan
kenyataannya  adalah sebuah komunitas keagamaan dan bersifat universal.
6. Berhubung nama "katolik" itu selama ini telah menjadi nama diri Gereja Katolik Roma, maka nama tersebut tidak hanya menyangkut Gereja Katolik yang ada di sebuah wilayah tertentu saja. Karena itu, penggunaan nama tersebut diatur oleh Hukum Gereja.
7. Menurut Hukum Gereja yang berlaku sejak tahun 1983, pada pokoknya, penggunaan nama itu hanya boleh dilakukan dengan persetujuan otoritas gerejawi yang berwenang seperti dinyatakan pada kedua pasal ini:
Kanon 300:Janganlah satu perserikatan pun memakai nama "katolik" tanpa persetujuan otoritas gerejawi yang berwenang, menurut norma kanon 312. Kanon 312:# 1 Otoritas yang berwenang untuk mendirikan perserikatan-perserikatan publik ialah:1. Tahta Suci untuk perserikatan-perserikatan universal dan internasional.2. Konferensi Waligereja di wilayah masing-masing, untuk perserikatan nasional, yakni yang berdasarkan pendiriannya diperuntukkan bagi kegiatan yang meliputi seluruh negara.3. Uskup diosesan di wilayah masing-masing, tetapi Administrator diosesan tidak, untuk perserikatan-perserikatan diosesan, terkecuali perserikatan-perserikatan yang pendiriannya menurut priviligi apostolic direservasi bagi orang lain. # 2 Untuk mendirikan dengan sah perserikatan atau seksi perserikatan di keuskupan, meskipun berdasarkan previligi apostolik, dituntut persetujuan tertulis Uskup diosesan; tetapi persetujuan yang diberikan untuk mendirikan rumah tarekat religius berlaku juga untuk mendirika perserikatan yang khas untuk tarekat itu di rumah itu atau di gerejanya.
 
8. Jadi, sehubungan dengan penggunaan nama "katolik" diperlukan dua hal yang hakiki, yaitu persetujuan dari otoritas gerejawi yang berwenang (Kanon 300) dan persetujuan itu tertulis (Kanon 312).
 
9. Selama ini,  para Waligereja yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tidak pernah  menyatakan persetujuannya kepada siapa pun juga yang berkehendak untuk memakai nama "katolik" pada organisasi, paguyuban, perserikatan, partai  dan sebagainya,  yang sedang dibentuknya.
 
Hendaknya yang bersangkutan dan berkepentingan maklum adanya.
Jakarta, 26 April 2002.
 
 
Dikutip dan diperbanyak untuk kalangan sendiri oleh Keuskupan Palangka Raya, 16 Mei 2005
+ Mgr. A.M.Sutrisnaatmaka MSF.

Gambar dari Hidup Katolik
Perkawinan Katolik dan lebih lagi Sakramen Perkawinan adalah suatu yang sakral, suci dan karena itu Gereja Katolik mengajak seluruh umat Katolik untuk menghormati kesucian perkawinan itu. Untuk membantu umat menghormati kesucian perkawinan, Gereja Katolik menetapkan seperangkat hukum yang kiranya menjadi pedoman bagi setiap umat Katolik ketika akan melangsungkan perkawinan. Hukum yang mengatur seluk-beluk perkwinan Katolik itu dimuat dalam Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici). Pasalnya disebut sebagai 'kanon'.

Kanon 1066 menetapkan: "Sebelum perkawinan diteguhkan, haruslah pasti bahwa tiada suatu hal menghalangi peneguhan yang sah dan hala". Kepastian tentang halangan peneguhan perkawinan diperoleh lewat Penyelidikan Kanonik, yang harus dilakukan oleh Pastor Paroki tempat calon pasangan berdomisili (bukan berdasarkan KTP), utamanya Pastor Paroki dari calon mempelai wanita (kecuali kalau tidak Katolik). Dalam penyelidikan kanonik, Pastor Paroki menyelidiki segala persyaratan menurut Hukum Kanonik bagi sahnya sebuah perkawinan dan hal-hal yang dapat menggagalkan sebuah perkawinan.

Dalam Kanon 1073-1094 diatur tentang halangan-halangan yang menggagalkan perkawinan pada umumnya dan pada khususnya. Halangan-halangan itu dapat membuat seseorang tidak mampu untuk menikah secara sah. Halangan pada umumnya seperti halangan beda agama atau beda Gereja, hubungan darah dan lain-lain. Halangan-halangan yang bersifat umum seperti itu masih ada solusinya yakni dengan memintakan dispensasi dari Uskup setempat.

Ada halangan-halangan khusus yang menyebabkan seseorang tidak dapat menikah secara sah dan tidak ada dispensasinya dari Uskup yakni halangan usia (pria 16 tahun dan wanita 14 tahun), impotensi untuk melakukan hubungan suami-isteri, kasus perceraian bagi salah satu calon pasangan yang pernah menikah secara Katolik, tahbisan (bagi mereka yang mengundurkan diri dari imamat) dan kaul kekal (bagi mereka yang mengundurkan diri dari Lembaga Hidup Bakti).

Kanon 1095-1107 mengatur hal-hal yang berkaitan dengan Kesepakatan Nikah. Secara khusus Kanon 1103 menetapkan: "Perkawinan adalah tidak sah bila dilangsungkan karena paksaan atau ketakutan besar yang dikenakan dari luar, meskipun dengan sengaja, sehingga untuk melepaskan diri dari ketakutan itu seseorang terpaksa memilih perkawinan". Kebebasan untuk membuat kesepakatan menikah merupakan persyaratan mutlak dalam sebuah perkawinan Katolik. Kebebasan yang dijiwai oleh kasih akan melanggengkan sebuah perkawinan. Orang yang menikah secara bebas saja masih bisa kandas di tengah jalan, apalagi yang menikah karena terpaksa.

Gereja Katolik tidak dapat meneguhkan perkawinan yang jelas-jelas tidak sah, karena kalau Gereja melakukannya, maka Gereja melecehkan perkawinan yang sangat dijunjung tinggi kesakralannya. Kasus seperti itu dapat dan sudah terjadi dalam Gereja Katolik. Tentu saja hal itu tidak dapat diumumkan untuk diketahui oleh seluruh umat. Karena itu, bila terjadi hal seperti ini, umat diharapkan tidak terlalu cepat berprasangka buruk terhadap sikap Gereja Katolik. Bilamana keputusan seperti itu dilakukan, tentu ada alasannya dan sudah dikonsultasikan dengan Uskup sebagai Ordinaris Wilayah yang berwewenang dalam hal ini. Semoga umat dapat memakluminya. ** P. Alex Dato'L, SVD.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget