MEDIA KAIROS

Didedikasikan Untuk Karya Kerasulan Awam Katolik Provinsi Kalimantan Tengah

Articles by "LP3K"

KAIROS.Org - Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi Kalimantan Tengah mensosialisasikan keberadaan lembaga ini kepada seluruh Pastor Paroki dan Utusan Umat Katolik se-Kalimantan Tengah yang hadir pada Sinode I Keuskupan Palangka Raya (26/05) di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya. Materi sosialisasi disampaikan oleh Julius I.P. Situngkir (Ketua II) dan Fidelis Harefa (Sekum), dimoderatori oleh RD. Silvanus Subandi.


Julius Situngkir menyampaikan bahwa terbentuknya LP3KD di Kalimantan Tengah sangat bermanfaat bagi umat Katolik Kalimantan Tengah dalam mengembangkan nilai-nilai budaya gerejani demi semaraknya liturgi. Oleh karena itu, wajib hukumnya bagi umat Katolik untuk mendukung dan turut terlibat dalam mengembangkan LP3KD dengan melaksanakan program kerja yang telah disusun penuh tanggung jawab.

Fidelis Harefa dalam materinya menyampaikan informasi yang berhubungugan dengan progress terbentuknya LP3KD. Bermula dari diterbitkannya Peraturan Menteri Agama No. 35 Tahun 2016 Tentang LP3K, ditindaklanjuti oleh Dirjen Bimas Katolik dengan membentuk LP3KN melalui MUNAS yang dilaksanakan pada tanggal 13-16 Juni 2017 di Jakarta. Pembentukan LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan melalui MUSDA pada tanggal 19 September 2017, kemudian disahkan oleh Gubernur Kalimantan Tengah dengan Surat Keputusan Nomor 188.44/627/2017. LP3KD yang sudah terbentuk ini harus disambut baik oleh seluruh umat Katolik Kalimantan Tengah karena melalui LP3KD kita dapat belajar berliturgi secara lebih baik lagi.



Tindak lanjut dari terbentuknya LP3KD Provinsi Kalimantan Tengah, akan dibentuk pula LP3KD Kabupaten / Kota yang ada di Kalimantan Tengah. Fidelis menyampaikan bahwa telah dijadwalkan Rapat Kerja LP3KD Provinsi Kalteng pada tanggal 1 Juni 2018 yang akan datang. Pada Raker tersebut, diundang perwakilan dari 14 Kabupaten / Kota yang ada di Kalteng sebagai langkah awal pembentukan LP3KD tingkat Kabupaten / Kota.



Karena dalam sesi tanya jawab, ada beberapa umat yang bertanya tentang PESPARAWI dan PESPARANI, maka pada akhir sosialisasi, Uskup Palangka Raya, Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF menegaskan bahwa umat Katolik harus terlibat dan mendukung LP3KD dengan berbagai cara. Ikut dan terlibat dalam LP3KD adalah wajib bagi umat Katolik. LP3KD merukapan lembaga bagi umat Katolik yang menyelenggarakan PESPARANI. Sedangkan PESPARAWI adalah lembaga yang dikelola oleh Kristen Protestan.

Tradisi musik Liturgi dalam Gereja Katolik telah berkembang berabad-abad, berakar dari budaya bangsa-bangsa yang dirumuskan dalam bentuk: amsal, sajak, mazmur, nyanyian rohani, dan kidung pujian. Perkembangan musik Liturgi mencapai puncaknya didukung Para Bapa Gereja dan komponis-komponis besar dalam sejarah, dan diakui mewarnai perkembangan seni musik universal.

Tradisi musik Liturgi dimaksud merupakan kekayaan Gereja Universal yang tinggi nilainya, terutama karena nyanyian-nyanyian kudus dapat mengungkapkan doa dan pujian secara lebih semarak, memupuk kesatuan umat, dan memperkaya upacara kudus dengan kemeriahan yang lebih agung, sehingga merupakan bagian mutlak dan integral dari perayaan Liturgi Suci. Oleh karena karena itu Gereja mengakui, memelihara dan berusaha mengembangkan semua bentuk kesenian sejati dan memasukkannya ke dalam Ibadat Ilahi dan mengajak para seniman agak hendaknya diresapi semangat Kristiani dan merasa diri terpanggil untuk mengolah musik suci dan menambah perbendaharaannya, serta lagu-lagu yang benar-benar menampilkan ciri musik suci untuk dinyanyikan oleh paduan suara dalam perayaan-perayaan Liturgi.

Pelestarian dan pengembangan musik liturgi perlu diarahkan bagi pembinaan iman umat untuk menjadikan kehidupan bersama sebagai perwujudan Liturgi itu sendiri. Dalam kesemarakannya, liturgi didasari pada penghayatan nilai-nilai kristiani dan panggilan kerasulan secara luas, yakni dengan mengembangkan liturgi perayaan menjadi liturgi kehidupan, agar Warta Ilahi tentang keselamatan dan cinta kasih dikenal dan diterima serta semakin menjangkau semua orang dari segala zaman di seluruh dunia dengan cara yang menggembirakan. Untuk itu Musik Liturgi Gereja perlu dilestarikan dan dikembangkan pula dalam semangat inkulturatif sesuai kekayaan khasanah budaya lokal dengan melibatkan dan memberdayakan secara luas dan terorganisir segenap potensi umat dalam keberagamaannya, sehingga menjadikannya sebagai perwujudan iman secara lebih nyata.

Harapan untuk mengembangkan musik Liturgi di wilayah Keuskupan Palangka Raya secara khsusus, perlu diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan yang tanggungjawab pengelolaannya diemban oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik (LP3K), dengan berdasar pada Surat Keputusan (SK) Uskup Palangka Raya Nomor: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015. Sejalan dengan itu, pada 04 s.d. 06 November 2016 yang baru lalu, LP3K menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan pengembangan musik liturgi Katolik bagi peserta yang berasal dari 23 paroki yang ada di Keuskupan Palangka Raya. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama LP3K dan Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantah Tengah sebagai wujud kerja sama antara Gereja Katolik dan Pemerintah.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu dilaksankan di Wisma Unio Keuskupan Palangka Raya, Jl. Bandeng Induk No. 4 Palangka Raya. Peserta yang hadir sebanyak 43 orang dan merupakan utusan dari paroki-paroki yang ada di Keuskupan Palangka Raya. Kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. I Ketut Adihardana, MSF.

Pembinaan dan Pengembangan Musik Liturgi ini berlangsung dengan baik dan diisi dengan berbagai materi dari narasumber yang telah diundang oleh Panitia Penyelenggara. RP. I Ketut Adihardana, MSF menyampaikan beberapa hal tentang peranan musik dalam liturgi dan Ekaristi. RP. Antonius Garingsingan, MSF menyampaikan materi tentang sejarah musik liturgi, perkembangan dan teknik menjadi pelayan musik liturgi. Dr. F.X. Manesa, M.Pd selaku Ketua LP3K Keuksupan Palangka Raya memperkenalkan LP3K dan beberapa prgoram kerja yang harus dilaksanakan di masa mendatang. Drs. Wilhelmus Y. Ndroa, M.Pd, Pembias Katolik Kanwil Kemenag  Provinsi Kalimantan Tengah menyampaikan informasi tentang keberadaan LP3K di tingkat nasional. Pada kesempatan ini beliau juga menyampaikan bahwa LP3K harus mempersiapkan personil yang akan diutus pada kegiatan PESPARANI tingkat nasional yang akan dilaksanakan pertama kalinya di Keuskupan Ambon tahun 2018 yang akan datang.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi oleh RP. Antonius Garingsingan, MSF, dilanjutkan dengan foto bersama. Semoga dengan kegiatan ini, para peserta yang hadir dapat menjadi pelayan musik liturgi di parokinya masing-masing. Bahkan diharapkan, mereka akan menjadi pelatih bagi umat yang lain sehingga keberadaan music liturgi tetap terpelihara sesuai dengan anjuran Gereja Katolik.



SUSUNANPANITIA PENYELENGGARA
LOMBA PADUAN SUARA GEREJANI KATOLIK
TAHUN 2016


Pelindung 
Mgr. DR. Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF

Penasehat
Rm. Silvanus Subandi, Pr, Lic.Mis
Rm. DR. I Ketut Adi Hardana, MSF
Drs. Wilhelmus Y. Ndoa, M.Pd
Dr. Marsel Selamat, SH. MH
Dr. F.X. Manesa, M.Pd
Dr. Susilo Yustinus, SH.MH.
AKBP. Jukiman Situmorang, S.Ik
Sigit K. Yunianto, SH

Ketua
Eddy Dwi Suharsono
Wakil  Ketua
Dr. Pendi Sinulingga, M.Pd
Sekretaris
Fidelis Harefa, S.H.
Wakil  Sekretaris
Eleonora GandesaPutri
Bendahara
 Ekonom Kesukupan
Wakil    Bendahara
Dra. Anna Seltina

SEKSI-SEKSI

I. SEKRETARIAT
Koordinator         : Fidelis Harefa, S.H.
Anggota               : Eleonora Gandesa Putri
                            : Agustinus Sutanto
                            : Christina Reni
                            : Wiwiek Handayani
                            : Alalanda Ludus Saingan

II. SEKSI LOMBA       
Ketua                   : Fredericus Sukadiman, S.Pd
Anggota                : Rm. Antonius Garinsingan, MSF
                             : Rm. Gabriel Ama Maing, MSF
                             : Emanuel Milo Wawo
                             : Ivoni Christiana, S.Pi, M.Si.
                             : Yosephine Puji Setyarini, S.Pd.
                             : Yustinus Gunihardi, SE.M.Si

III. SEKSI ACARA       
Koordinator         : Dr. Marselinus Heriteluna, S.Kp. MA
 Anggota              : Isti Prihatini, M.Pd
                            : Dra. Mariane Tinse, M.Pd
                            : Maya Asiati Soeta

IV. SEKSI PERLENGKAPAN
Ketua                  : Drs. Aston Pakpahan, M.M.
Anggota              : Bambang Wiguno, SP
                           : drh. Alex Uria Atmadja
                           : Tadius M. Sugeng, S.Ag.
                           : Jonson Gultom, S.Pd
                           : Yohanes Makmur Halim
                           : Budiono
                           : Antonius

V. SEKSI DOKUMENTASI DAN PUBLIKASI
Ketua                 : Yulianus Dani Nahar, SP
Anggota              : Rm. Ign. AwanWidodo, Pr
                          : Djonet, S.Pi
                          : Vincensius Godha Lengu, S.Sos
                          : Benyamin Tunti, S.Fil
                          : Wilson Wijoyo, SP. M.M.
                          : Laurus Yuserto, S.Pd

VI. SEKSI KONSUMSI
Koordinator        : Rusiani Halim
Anggota              : Kristina Misno
                           : Sherly
                           : Lingga
                           : Theresia Asela
                           : Remula Ratnati
                           : Ny. Wihayadi
                           : Eligia Rahael
                           : Ny. Hartono

VII. SEKSI LITURGI
Koordinator        : Sr. Dina, SND
Anggota              : Sr. Marselina, SND
                           : Rm.Andreas Novem, O.Carm
                           : Sr. Agnes, SSpS
                           : Sr. Felisia, MC
                           : Yakobus Dapa Toda, S.S.
                           : Nelly, S.Ag
                           : Henny Every, S.Ag

VIII. SEKSI KEAMANAN
Koordinator       : Martin Dapa Wunga
Anggota             : Sepiyanto
                         : Affuru Wirangga Saingan, SH
                         : Dany Yuserto
                         : Budi Daya
                         : Yosef Barus, S.Pd
                         : Keamanan Gereja Katedral
                         : KOMKA

IX. SEKSI KEBERSIHAN
Koordinator     : Hartono
Anggota           : Budiyanto
                       : Matheaus Levi Sri Wahyudi
                       : Raymundus, SH
                       : Nando
                       : Indra Cahya, ST

X. SEKSI HUMAS
Koordinator    : Rina Hakso
Anggota          : Yustinus Soewardi, SH
                       : F.A. Endro Suryanto, M.Or
                       : Albertus Purwaka, M.Hum
                       : Yeremias Ragam, S.Pd

XI. SEKSI KESEHATAN
Koordinator     : dr. Theodorus Atmadja
Anggota           : dr. Herry
                       : dr. Ririn
                       : dr. Bintang
                       : dr. Ari
                       : Yani
                       : Rosma Ginting
                      : Yuliana Injuk
                      : Maria Adelheid Ensia

XII. SEKSI TRANSPORTASI
Koordinator   : Yosef Artono, SE
Anggota         : Agustinus Primayudi
                     : F.X. Sutiyono
                     : Bernadus Kaldja, ST, M.Si
                     : Epatrianus
                     : Andaro Fransiando Saingan, SE
                     : Stefanus Dh. Mangu
                     : Gregorius Doni
                     : Yohanes Cangking

XIII. SEKSI AKOMODASI
Koordinator   : Yosef Maria Sahdan Ruslan
Anggota         : Br. Antonius Tukan, SVD
                      : Frans Martinus
                      : Benny Susanto, S.Pd
                      : Yohanes Darmadji, S.Pd
                      : Maria Emanuela Dara, S.Ag
                      : Milawati, S.Pd


LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN
USKUP PALANGKARAYA
NOMOR: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015

T e n t a n g

PEMBENTUKAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS LEMBAGA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PESPARANI KATOLIK (LP3K)
KEUSKUPAN PALANGKA RAYA, PROVINSIKALIMANTAN TENGAH
PERIODE 2015-2021

PELINDUNG

Gubernur Kalteng
Wakil Gubernur Kalteng
Sekretaris Daerah Kalteng
Kakanwil Kementerian Agama Kalteng

PENASEHAT

Uskup Diosis Palangka Raya
Vikjen Keuskupan Palangka Raya
Sekretaris Keuskupan Palangka Raya
Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Palangka Raya
Dr. Josef Dudi, M.Si
S. Luten Sandam, SH
Blasius Anom Suharno

PENGURUS HARIAN
 
Ketua
Dr. FX. Manesa, M.Pd

Wakil I
RD. Awan Widodo

Wakil II
Drs. Wilhelmus Yohanes Ndoa, M.Pd

Sekretaris
Fidelis Harefa

Wakil Sekretaris
Stefanus Dh. Mangu

Bendahara
Ekonom Keuskupan

Wakil Bendahara
Dra. Anna Seltina


BIDANG-BIDANG

I. ORGANISASI DAN PENGEMBANGAN
Ketua            : Emanuel Milo Wawo
Anggota        : Julius Inggrit Parlindungan Situngkir, SH
                     : Agus Primayudi S.SIT
                     : Dr. Pendi Sinulingga, M.Pd
                     : Dr. Stefanus, S.Hut. MP.

II. PEMBINAAN DAN PELATIHAN
Ketua            : Dr. Marsel Selamat, SH.MH.
Anggota        : Henny Every, S.Ag
                     : FX. Suryo Sulistianto, BA
                     : Nico Seran, S.Fil
                     : Inocentius Celinoty Kondamaru, SH.MH.

III. PERLOMBAAN
Ketua            : Fredericus Sukadiman, S.Pd
Anggota        : Ivoni Christiana, S.Pi, M.Si.
                     : Yosephine Puji Setyarini, S.Pd.
                     : Eddy Dwi Suharsono
                     : Yustinus Gunihardi, SE.M.Si

IV. USAHA DANA
Ketua            : Dominikus Dwi Patma Susanto, SE.
Anggota        : Sigit K. Yunianto, SH.
                     : Yustinus Soewardi, SH.
                     : Raden Yulius Winata
                     : Indra Cahya, ST.
                     : Frans Martinus

V. PERLENGKAPAN
Ketua            : Drs. Aston Pakpahan, M.M.
Anggota        : BambangWiguno, SP
                     : Tadius M. Sugeng, S.Ag.
                     : Jonson Gultom, S.Pd
                     : Yohanes Makmur Halim

VI. INFORMASI, KOMUNIKASI DAN SOSIALISASI
Ketua            : Yulianus Dani Nahar, SP
Anggota        : Dr. Marselinus Heriteluna, S.Kp. MA
                     : Isti Prihatini, M.Pd
                     : Vincensius GodaLengu, S.Sos
                     : Benyamin Tunti, S.Fil
                     : Wilson Wijoyo, SP. M.M.


Palangka Raya, 1 April 2015

Mgr.Dr. AM. Sutrisnaatmaka, MSF
Uskup Keuskupan  Palangka Raya



SURAT KEPUTUSAN 
USKUP PALANGKARAYA
NOMOR: 1/LP3K/IV/15/SK/USKUP/LP3K/PKY/III/2015

T e n t a n g

PEMBENTUKAN DAN PENGANGKATAN PENGURUS LEMBAGA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PESPARANI KATOLIK (LP3K)
KEUSKUPAN PALANGKA RAYA, PROVINSIKALIMANTAN TENGAH
PERIODE 2015-2021

USKUP PALANGKARAYA

Menimbang:
  • bahwa Pembinaan, Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi perlu untuk secara terus menerus dilaksanakan dalam kehidupan menggereja;
  • bahwa umat berhak mendapatkan pelayanan Liturgi yang baik dari pihak Gereja;
  • diperlukan kehadiran suatu Lembaga yang secara khusus bertugas untuk mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi Grejawi;
  • bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksudkan dalam huruf a, b, dan c perlu ditetapkan dengan Keputusan Uskup Palangka Raya. 
Mengingat:
  1. Kitab Hukum Kanonik, Kan. 834-1253
  2. Sacrosanctum Concilium112, 14, 48
  3. Vademecum Keuskupan Palangka Raya: III/B. No. 9
Memperhatikan:
  1. Hasil Rapat Para Pastor, tgl 23-27 Februari 2015 tentang perlunya pembentukan Lembaga yang secara khusus bertugs mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi dalam wilayah Gerejawi, Keuskupan Palangka Raya;
  2. Hasil Keputusan Musyawarah Daerah Umat Katolik se-Keuskupan Palangka Raya, tanggal 5-7 Maret 2015 tentang pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Keuskupan Palangka Raya.
MEMUTUSKAN

Menetapkan:   

Pengangkatan Pengurus LP3K Keuskupan Palangka Raya Periode 2015-2021;
  1. Susunan dan nama-nama pengurus LP3K Keuskupan Palangka Raya sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
  2. Pengurus LP3K bertanggung jawab mengadakan Pembinaan dan Pengembangan Liturgi dan Musik Liturgi Grejawi. 
  3. Apabila dikemudian hari terjadi kesalahan/kekeliruan dalam Penetapan Surat Keputusan ini, akan ditinjau kembali dan diperbaiki sebagaimana mestinya;
  4. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021.

DITETAPKAN DI : PALANGKARAYA
PADA TANGGAL :  1 April 2015


Mgr. Dr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF  
                Uskup Keuskupan Palangka Raya


PALANGKA RAYA, LP3K - Tanggal 7 Maret 2015 telah dilaksanakan MUSDA pembentukan Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Pesparawi (LP3K) Katolik, Keuskupan Palangka Raya. Lembaga ini mirip dengan Lembaga Pesparawi yang dimiliki oleh Gereja Protestan. Kehadiran LP3K menjadi penting karena dibawah payung lembaga ini segala aktivitas liturgi dan pengembangan serta pembinaan musik liturgi akan dijalankan.

Foto oleh Fidelis Harefa
Melalui kehadiran LP3K ini, pihak Gereja Katolik Keuskupan Palangka Raya diharapkan mampu bekerja sama dengan pemerintah, baik Pemprov untuk LP3K tingkat Keuskupan maupun ke Pemkab/Kota untuk LP3K tingkat Kabupaten/Kota. Dengan kerja sama ini, diharapkan umat Katolik semakin menyadari bahwa mereka adalah bagian dari warga negara, yang selain punya kewajiban, juga berhak untuk mendapatkan haknya sebagai warga negara. Ha-hak tersebut dapat berupa bantuan-bantuan keagamaan dalam rangka pengembangan dan pembinaan hidup keagamaan yang semakin baik.

Kehadiran LP3K selain bersifat eksternal dalam membangun relasi dengan pihak Pemerintah, juga berperan dalam menganimasi, menyelenggarakan dan memonitor pelaksanaan berbagai events keagamaan seperti: Lomba Koor, Mazmur, Lektor, Cerdas Cermat Kitab Suci, cerdas cermat pengetahuan agama Katolik, dan lain sebaginya, baik pada tingkat Keuskupan, maupun paroki. Oleh karena itu, setelah disahkannya LP3K tingkat Keuskupan oleh SK Bapa Uskup, selanjutnya akan diteruskan SK tersebut kepada Kanwil Bimas Katolik dan Dirjen Bimas Katolik. Seterusnya, setelah ada surat dari Dirjen Bimas Katolik, akan disampaikan kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah untuk disahkan sebagai sebuah lembaga resmi.

Pada bagian akhir dari sesi Musda, para peserta diminta masukan tentang nama-nama yang dianggap memenuhi persyaratan untuk memimpin Lembaga ini. Banyak nama-nama yang diusulkan dan setelah team Fomatur berembuk dan menyusun kepengurusan, nama-nama yang terusul itu menjadi pertimbangan penting dalam pembentukan pengurus LP3K. Selanjutnya, susunan nama pengurus itu diserahkan kepada Bapa Uskup untuk mendapatkan verifikasi, sebelum akhirnya disetujui secara definitif sebagai pengurus LP3K.

PALANGKA RAYA, LP3K -  Pada tanggal 5-7 Maret 2015 telah dilaksanakan penataran musik liturgi se-Keuskupan Palangka Raya.  Pertemuan berlangsung di Wisma Unio, Jl. Tjilik Riwut Km. 6. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari 20 paroki di Keuskupan Palangka Raya dengan jumlah 67 orang peserta termasuk panitia.
Foto oleh Fidelis Harefa

Pertemuan dibuka dengan Perayaan Ekaristi pada tgl 5 Maret 2015 Pk. 18.00 WIB, yang dipimpin oleh Bapa Uskup, Mgr. Aloysius AM Sutrisnaatmaka, MSF, didampingi oleh Rm I Ketut Adi Hardana, MSF – selaku Ketua Panitia dan Rm Andreas Novem, OCarm – selaku Ketua Komisi Liturgi Keuskupan. Dalam kotbahnya, Bapa Uskup menekankan pentingnya musik liturgi dalam kaitannya dengan keseluruhan liturgi Gereja. Musik yang dipersiapkan dan dinyanyikan dengan baik dengan memperhatikan suasana perayaan yang dirayakan dapat membantu umat dalam merayakan liturgi dengan baik; dengan kata lain, dapat mengangkat jiwa umat kepada Allah. Maka tepatlah ungkapan yang mengatakan “qui bene cantat, bis orat”, siapa yang menyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali.

Ada beberap hal penting yang menjadi simpulan dari pertemuan ini:
  1. Dalam sesi pengantar, Bapa Uskup menekankan 2 hal penting. Pertama: pengertian liturgi secara umum. Dalam bagian ini ditekankan bahwa liturgi adalah perayaan bersama (communal), bukan perayaan privat. Oleh karena itu, liturgi dirayakan secara bersama dalam kebersamaan dengan seluruh umat. Kedua, liturgi dalam pengertian yang sesungguhnya mengarahkan umat kepada kedekatan dengan Allah, dan dalam arti itu menguduskan umat; dari sisi lain, liturgi berfungi sebagai sarana pemuliaan Allah. Oleh karena itu, kalau memungkinkan, liturgi sedapat mungkin dirayakan dengan meriah, dengan iringan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan event yang dirayakan.
  2. Rm. A. Garin, MSF, sebagai nara sumber pada pertemuan ini menyampaikan pengantar umum tentang musik liturgi, peran dan tempat musik liturgi dalam keseluruhan liturgi Gereja, inkulturasi dan panorama praktik musik liturgi di paroki-paroki. Dalam bagian pengantar musik liturgi ditekankan perlunya memilih, mempersiapkan dan menyanyikan lagu yang dipakai dengan baik. Pilihan dan persiapan lagu yang baik akan membantu menciptakan keheningan dalam seluruh perayaan liturgi dan dengan demikian membantu umat menghayati liturgi dengan baik. Oleh karena itu, setiap lagu yang dipilih harus disesuaikan dengan masa dan event yang dirayakan, demikian juga cara menyanyikannya, harus sesuai dengan jiwa/roh dari setiap lagu. Bila roh dari lagu itu adalah gembira, maka cara menyanyikannya pun harus dengan riang gembira, dan bukan dengan sedih; demikian sebaliknya.
  3. Dalam kaitan dengan itu, juga disampaikan mengenai peran dan fungsi Dirigen dalam musik liturgi. Dirigen diharapkan berperan sebagai pemimpin yang mengarahkan anggota koor dan umat untuk menyanyikan lagu sesuai dengan birama dan tempo dari lagu yang bersangkutan. Karena perannya sebagai “pemimpin”, maka seorang Dirigen diharapkan tidak melakukan banyak gerakan yang tidak berfungsi dan tidak terkait dengan tugasnya sebagai pemimpin lagu.
  4. Dalam praktik liturgi, harus diakui bahwa masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam hal penggunaan lagu dalam liturgi Gereja. Selain pemilihan lagu yang kurang tepat, cara menyanyikan tidak sejalan dengan roh dari lagu itu, juga pengucapan atau vocal yang tidak jelas. Dengan praktik semacam ini, lagu liturgi justru tidak membantu, tetapi justru “mengacaukan” kehikmadan perayaan yang sedang dirayakan. Untuk itu, sangat diharapkan bahwa lewat penataran musik liturgi ini, umat akan semakin terbantu untuk dapat merayakan liturgi dengan lebih baik, sehingga akan tercapai 2 maksud liturgi: pemuliaan Allah dan pengudusan Allah.
  5. Dalam sesi diskusi, Fidelis Harefa sebagai pemandu diskusi menyampaikan bahwa dalam memahami liturgi secara baik dan benar, sangat diharapkan umat meluangkan waktu untuk membaca banyak tentang liturgi mengingat sangat terbatasnya kesempatan sosialisasi tentang liturgi yang baik. Tentu saja hal ini erat hubungannya dengan kegiatan kerasulan liturgi yang sangat minim kepada umat. Dalam era teknologi yang semakin canggih, harusnya umat memanfaatkan media-media yang menyajikan banyak hal tentang liturgi sehingga dapat menambah wawasan dalam memahami liturgi secara baik dan benar.
Sebagai ahkir dari pertemuan, dilaksanakan MUSDA pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan PESPARANI Katolik sebagai tindak lanjut dari kegiatan penataran liturgi.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget